Aktif Mulai 16 Juni, Begini Protokol Pengunjung Masuk Mal di Praja Depok

Aktif Mulai 16 Juni, Begini Protokol Pengunjung Masuk Mal di Praja Depok
Jun 12 2020
Kenneth Ross

loading…

DEPOK – Sejumlah pusat perbelanjaan modern (mal) di Kota Depok pantas berbenah untuk menghadapi era new normal. Pengelola mal melakukan penghapusan seluruh area gedung serta melengkapi sejumlah alat deteksi suhu awak.

Pemerintah Kota Depok berencana membuka kembali seluruh sentral perbelanjaan di Kota Depok mulai Selasa (16/6/2020) atau setelah Penyekatan Sosial Kampung Siaga Covid-19 (PSKS) selesai. (Baca: PSBB Berakhir, Restoran di Depok Buka Mulai Besok Mal Paling Cepat 16 Juni)

Kabar itu kendati disambut baik para pengelola tengah perbelanjaan di Depok, salah satunya Margo City. Namun, mal ikonik Depok itu baru beroperasi sehari setelah Pemkot Depok membuka kembali pusat perbelanjaan Selasa depan.

Baca Juga:

“Berdasarkan surat kesimpulan gubernur bahwa mal itu boleh operasional mulai 16 Juni, tapi kita di Margo City mutakhir buka pada 17 Juni. Tersebut antisipasi kami agar antisipasi visitor kami itu bisa teredam dulu, tidak terlalu terburu-buru untuk muncul ke mal. Prioritas kami tersedia dua, pertama mendukung pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi visitor kami nanti, ” sirih Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda ditemui di Margo City, Jumat (12/6/2020).

Pihaknya akan menjalankan protokol kesehatan ketika mal dibuka pada Rabu (17/6) mendatang. Setiap pengunjung wajib melangsungkan cek suhu tubuh melalui media deteksi yang telah disiapkan pada pintu masuk. Seluruh pengunjung selalu diwajibkan memakai masker.

“Kami memiliki alat memeriksa suhu tubuh terbaru. Dimana itu tinggal mengakat tangan mereka & suhu langsung terbaca. Di situ ketika suhunya di bawah 37, 3 semua pengunjung diizinkan hadir. Di dalam mal kami merancang Tim Gugus Covid, itu basicly. Mereka akan menjaga selalu physical distancing dan cuci tangan dalam semua area yang ada di Margo City ini, ” ucapnya. (Baca: 15 Juni 2020, 80 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Dibuka Serentak)

Margo City juga sudah memiliki prosedur penanganan jika tersedia pengunjung yang pingsan ketika berada dalam mal. Pengunjung yang kolaps atau dengan kondisi tertentu bakal dibawa ke ruang isolasi. “Protokol kami, petugas yang menangani tersebut akan menggunakan baju APD sempurna. Apapun kondisi dari pengunjung ketika dia jatuh petugas kami akan menggunakan APD lengkap dan mau membawa ke ruang isolasi, ” katanya.

Pihaknya pula akan memperhatikan kuota pengunjung. Bertemu ketentuan, hanya diperbolehkan 50 persen saja dari kondisi normal. Termasuk menjaga jarak di area food court.

“Tentunya dalam itu akan kita batasi dari jumlah tempat duduk. Yang mana tempat duduk yang kita sediakan itu sudah pasti 50 persen dari sebuah restoran ataupun food court dan tempat duduk tersebut tidak bisa dipindahkan dari visitor atau pengunjung kami. Jadi kami mau menjamin kenyamanan dan kesehatan mereka pun terjaga di area food court dan restoran, ” pungkasnya.

(thm)