Alur Karir dan Pemikiran Prof Huzaemah Tauhido Yanggo

jejak-karir-dan-pemikiran-prof-huzaemah-tauhido-yanggo-1
Jul 23 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Indonesia, khususnya negeri intelektual, merasa kehilangan akan meninggalnya Rektor Institut Menuntut Alquran (IIQ) Jakarta sekali lalu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Huzaemah Tauhido Yanggo. Dia merupakan ulama sekaligus satu diantara pemikir perempuan yang lulus banyak melahirkan mewarnai ajaran Islam dan sejumlah kebijaksanaan Islam di Indonesia.

Prof Huzaemah ialah pakar fikih perbandingan aliran kelahiran Donggala, Sulawesi Pusat, 1946. Huzaemah tercatat sebagai perempuan pertama dari Indonesia yang mendapat gelar doktor di Universitas Al-Azhar secara predikat cumlaude .

Baca juga: Prof Huzaemah Direncanakan Dimakamkan di Kompleks UIN Jakarta

Dalam penghidupan akademik Huzaemah tercatat pernah memegang sejumlah jabatan bergengsi di dalam kampus maupun di luar kampus. Pada dalam kampus Huzaemah pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I di Fakultas Syariah dah Hukum, Universitas Agama islam Indonesia (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Quran (IIQ) dan sekaligus Rektor Institut Ilmu Alquran 2014-2018.

Baca Pula:

Selain di pada kampus, karir Huzaemah selalu tercatat sebagai anggota Tip Fatwa MUI sejak tarikh 1987, anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997 dan sejak 2000 menjelma ketua MUI Pusat Bidang Pengajian dan Pengembangan Baik.

Selain tersebut, Huzaemah juga pernah menjelma anggota Dewan Pengawas Syariah di Bank Niaga Syariah pada tahun 2004 & Ketua Dewan Pengawas Syariah di Insurans Takaful Great Eastern.

Huzaemah juga terkenal aktif di sejumlah organisasi perempuan diantaranya Ketua Pengurus Besar Asosiasi Wanita Islam Al-Khairat Tengah di Palu, Sulawesi Pusat sejak 1996, Ketua Induk Pembelajaran Wanita IAIN Jakarta pada tahun 1994 had 1998, anggota POKJA MENUPW dari tahun 1992 mematok 1996 dan menyampaikan ceramah dalam pelbagai seminar berkaitan wanita.

Baca juga: Doa HNW untuk Almarhum Prof Huzaemah Tahido Yanggo

Sejumlah bahan pikir telah ditelurkan oleh Huzaemah dalam beberapa buku yang ditulisnya seperti Prakata Perbandingan Mazhab (2003), ‘Masail Fiqhiyah: Kajian Hukum Agama islam Kontemporer (2005), dan Fikih Perempuan Kontemporer (2010).

Salah satu aliran yang sering terkenal ialah mengenai peran perempuan dalam sektor publik. Huzaemah ternama sebagai pemikir dua bermalas-malasan yakni sebagai pemikir modernis yang tak meninggalkan tradisionalis.

Dia berpandangan bahwa perempuan dalam memasukkan ruang publik harus sebanding dengan tidak meninggalkan kedudukan domestiknya. Dia menyebut Agama islam memberi ruang pada perempuan untuk ikut berkontribusi dalam menyejahterakan keluarga selama tersebut sesuai kodrat keperempuanannya, tidak meninggalkan pekerjaan domestik, dan tetap memegang aturan petunjuk.