AS: Israel Belum Kirim Data Ada Hamas di Gedung Media Gaza

as-israel-belum-kirim-bukti-ada-hamas-di-gedung-media-gaza-1
May 17 2021
Kenneth Ross

WASHINGTON kepala Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan dia belum melihat bukti dari Israel bahwa Hamas beroperasi pada satu gedung Gaza yang menampung sejumlah media universal yang diratakan rudal Israel.

Berbicara pada konferensi pers di ibu praja Denmark, Kopenhagen, Blinken mengutarakan Israel belum memberikan informasi apa pun tentang serangannya terhadap menara media sekalipun ada permintaan AS.

Pada Sabtu, pesawat tempur Israel menghancurkan Benara Al-Jalaa, yang menampung biro berbagai kelompok media, termasuk Al Jazeera dan Associated Press (AP).

Baca juga: Pukulan Brutal Israel Tewaskan Komandan Jihad Islam di Gaza

Rudal Israel juga mengganyang dua ibu Palestina & delapan anak di penjara pengungsi al-Shati di Galur Gaza selatan.

Baca Juga:

Mengucapkan juga: Palang Merah: Serangan Israel Hambat Upaya Topang Warga Sipil di Gaza

“Serangan langsung terhadap awak sipil adalah kejahatan perang, ” tegas Amnesty International di Twitter.

Baca juga: Gaza Hancur-hancuran Dibom Israel, Kok Pemimpin Hamas Tinggal dalam Qatar?

Lembaga itu memasukkan, “Kami sangat prihatin arah meningkatnya jumlah korban mati di Gaza. ”

Kelompok hak asasi yang berbasis di London itu meminta Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menyelidiki serangan Israel di penjara pengungsi al-Shati.

“Serangan Israel terhadap gedung al-Jalaa yang menghancurkan panti, Al-Jazeera, kantor Associated Press juga harus diselidiki jadi kejahatan perang. Serangan itu sesuai dengan pola azab kolektif Israel terhadap warga Palestina, ” papar pemberitahuan Amnesty.

“Sekitar 200 warga Palestina telah tewas, termasuk 59 anak-anak dan 35 perempuan, dalam serangan Israel pada Jalur Gaza sejak minggu lalu, ” ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Lebih dari 1. 300 orang juga terluka dan puluhan bangunan terleka atau rusak dalam serangan Israel.

Ketegangan baru-baru ini dimulai pada Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadhan dan menjalar ke Gaza sebagai kelanjutan dari serangan Israel kepada jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan upaya pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

Zionis mencaplok semesta kota pada 1980 dalam tindakan yang tidak sudah diakui komunitas internasional.