Belakang Pengeroyokan 2 Anggota Intel Kodim, 13 Motor Gede Ditahan Polres Bukittinggi

Belakang Pengeroyokan 2 Anggota Intel Kodim, 13 Motor Gede Ditahan Polres Bukittinggi
Oct 31 2020
Kenneth Ross

BUKITTINGGI – Polres Bukittinggi menahan sebesar 13 motor gede ( Moge ) milik anggota Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (SBC), masih di Polres Bukittinggi. (Baca juga: Anggotanya Hajar Intel Kodim Saat Touring Mesin Gede, HOG SBC Minta Maaf)

Penahanan motor-motor bermesin besar itu, diduga merupakan arah dari proses penyelidikanm terhadap kasus pengeroyokan terhadap dua anggota intelejen TNI AD dari Kodim 0304/Agam, oleh anggota HOG SBC yang padahal melaksanakan touring menuju Aceh.

Selain menahan belasan moge tersebut, polisi juga menahan besar anggota HOG SBC , yakni berinisial MS & B. “Ada dua oknum anggota klub motor gede yang kita tahan yaitu berinisial MS & B. MS membanting korban lalu B menendang korban, ” sirih Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara kepada MNC Media.

Kejadian pengeroyokan ini berawal zaman rombongan moge HOG SBC yang medium melakukan touring melintas di Tiang Hamka, Bukittinggi, mungkin karena korban tidak suka dihalangi di tengah, lalu mengejar rombongan HOG SBC jadi terjadi adu mulut yang berujung pada pengeroyokan. “Berdasarkan laporan korban, keduanya dikenakan pasal 170 KUHP, ” terangnya.

Baca Serupa:

Kasatreskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri menyebutkan, untuk sementara masih dua karakter yang ditetapkan sebagai tersangka, dan ada kemungkinan bertambah jumlahnya. “Sebanyak 13 motor gede ditahan, cukup yang tujuh boleh melanjutkan kunjungan, ” terangnya.

Tengah, Humas HOG SBC , Epriyanto menyampaikan permohonan maaf menyusul anggotanya yang terlibat kejadian penganiayaan terhadap prajurit TNI dalam Bukittinggi, Sumatera Barat. (Baca juga: Lewat Aplikasi Grab, Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami)

“Kami atas nama HOG SBC menghendaki maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC . Saya memohon maaf kepada seluruh bagian TNI, khususnya Kodim (setempat) mengikuti memohon maaf kepada seluruh kelompok Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi, ” tuturnya, Sabtu (31/10/2020).