Belum Diajukan, Iran Tolak Mentah-mentah Proposal Perjanjian AS

belum-diajukan-iran-tolak-mentah-mentah-proposal-perjanjian-as-1
Mar 30 2021
Kenneth Ross

TEHERAN Iran telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan membatasi program nuklirnya sampai Washington mencabut sanksi sepihaknya. Ini adalah teguran yang jelas terhadap rencana perjanjian nuklir baru yang padahal disiapkan oleh pemerintahan Kepala Amerika Serikat (AS) Joe Biden .

Menurut outlet media Politico, mengutip pejabat yang mengetahui proposal itu, Kepala Joe Biden memberikan sentuhan terakhir pada tawaran ke Teheran yang akan menyampaikan bantuan dari sanksi GANDAR. Sebagai gantinya, Iran bakal diminta untuk menghentikan beberapa pengembangan nuklirnya, termasuk pekerjaan sentrifugal canggih dan pengayaan uranium hingga kemurnian 20%.

Namun rencana tawaran yang dilaporkan tersebut telah mendapat sambutan dengan dingin di Teheran. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Press TV bahwa Iran akan menghentikan 20% pengayaan nuklirnya hanya kalau AS pertama-tama mengakhiri seluruh sanksi yang dikenakan dalam Republik Islam itu. Penguasa itu memperingatkan bahwa Teheran akan mengurangi komitmennya dalam bawah perjanjian nuklir 2015 jika Washington menolak untuk mencabut pembatasan ekonomi. Dia juga memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi GANDAR untuk membalikkan arah.

Baca juga: China Pilih Jaga Kesepakatan Nuklir Iran, Bela Hubungan Bilateral

Baca Pula:

Urusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan tanggapan serupa buat kesepakatan baru Biden dengan dilaporkan itu.

“Tidak ada proposal yang dibutuhkan AS untuk bergabung kembali dengan JCPOA. Ini hanya membutuhkan keputusan kebijakan oleh AS untuk sepenuhnya dan segera melaksanakan seluruh kewajibannya, ” tulis urusan diplomatik Iran dalam suatu tweet seperti dikutip dibanding Russia Today , Selasa (30/3/2021).

Di bawah Donald Trump, Washington secara sepihak menarik diri dari Program Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang memberikan keringanan hukuman sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran. Tadbir Trump kemudian secara sepihak memberlakukan kembali pembatasan ekonomi di Republik Islam, membakar Teheran untuk mengurangi komitmennya sendiri berdasarkan kesepakatan tersebut.

Baca juga: Intelijen Barat Rambang Iran Sembunyikan Alat untuk Membuat Bom Nuklir

Negeri AS yang baru telah menawarkan untuk bergabung dengan Eropa, China, dan Rusia untuk menghidupkan kembali kemufakatan tersebut, tetapi sejauh tersebut Teheran telah menolak proposal tersebut. Iran menegaskan bahwa sanksi harus dicabut sebelum kembali ke meja percakapan.

Teheran semakin lelah dengan Washington semenjak Trump menarik diri sejak kesepakatan pada 2018. Pokok bulan ini, Pemimpin Sempurna Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Iran tidak percaya pada janji-janji Washington, dan hanya pencabutan sanksi dengan penuh akan memulihkan rencana baik antara kedua keluarga.