Berbenturan Terparah Pecah di Thailand, Bertambah dari 41 Demonstran Terluka

Berbenturan Terparah Pecah di Thailand, Bertambah dari 41 Demonstran Terluka
Nov 17 2020
Kenneth Ross

BANGKOK – Lebih dari 41 demonstran terluka, beberapa orang mengalami luka tembakan, saat mereka berpawai pada parlemen Thailand dan bentrok melayani polisi serta para pendukung negeri.

Ini menjadi kebengisan terparah sejak gelombang baru muncul rasa pada Juli. Polisi memicu meriam air dan gas tirta mata ke pengunjuk rasa yang memotong barikade kawat berduri dan menghilangkan penghalang beton di asing parlemen.

Penjaga menyangkal tuduhan telah melepaskan tembakan dengan peluru tajam atau pelor karet. Kepolisian mengatakan mereka sedangkan menyelidiki siapa yang mungkin menggunakan senjata api dalam aksi kebengisan itu.

Baca Juga:

Gerakan protes itu menyerukan reformasi konstitusional pada sistem yang menurut para demonstran hanya memperkuat tentara. (Lihat Foto: Unjuk Rasa Anti Pemerintah Memanas, Tuntut Reformasi Konstitusi)

Ribuan pengunjuk mengecap berkumpul di parlemen untuk mendesak para anggota parlemen membahas transformasi konstitusi. Para pengunjuk rasa juga menginginkan pencopotan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha dan mengendalikan kewenangan Raja Maha Vajiralongkorn. (Lihat Infografis: Aplikasi MuslimPro Jual Data Lokasi 100 Juta Muslim ke Militer AS)

Pusat Medis Erawan Bangkok mengatakan sebanyak 41 orang terluka. Sekitar 12 orang menderita akibat gas air lupa dan lima orang mengalami luka tembak. Tidak disebutkan pihak dengan mungkin menggunakan senjata api. (Lihat Video: Terkait Kerumunan FPI, Anies Diperiksa 9 Jam dan Dicecar 33 Pertanyaan)

“Kami mencoba menghindari bentrokan, ” ungkap wakil besar kepolisian Bangkok, Piya Tavichai, di konferensi pers.