BKPM Siap Kawal Pembangunan Kilang Pupuk di Papua Barat

bkpm-siap-kawal-pembangunan-pabrik-pupuk-di-papua-barat-1
Apr 16 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Kepala Badan Harmonisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan bani usahanya, PT Pupuk Kaltim, untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (16/4). Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengungkapkan dukungannya dalam upaya PT Pupuk Nusantara dan PT Pupuk Kaltim melakukan ekspansi bisnis.

Lebih sendat Bahlil juga menegaskan bahwa kehadiran industri pupuk di Papua Barat merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Nusantara.

“Nah khusus untuk di Papua, hamba yang akan turun langsung. Karena ini menyangkut dengan kedaulatan negara. Jadi gemuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis, tapi nilai pengabdian, ukuran pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan. Apalagi kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional, ” ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).

Baca serupa: Berkhianat! Mantan Prajurit Raider Membelot Bergabung Jadi Komandan Lapangan OPM

Mengucapkan Juga:

Terkait dengan perizinan investasi, Bahlil menekankan bahwa BKPM akan membantu sepenuhnya PT Pupuk Kaltim dalam mengatur izin-izin yang diperlukan, termasuk insentif fiskal berupa Tax Holiday dan Tax Allowance. Ini ditujukan agar order perluasan tersebut berjalan secara baik.

“Saya janji sama Pak Dirut, urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Sebab kalau menahan izin, tersebut berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber penerimaan negara, sama juga membekukan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan menahan perbaikan peringkat kesenangan berusaha kita di tanda dunia internasional, ” tuturnya.

Pada jalan yang sama, Direktur Pokok PT Pupuk Indonesia Berkecukupan Pasaman menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, khususnya BKPM atas bantuan yang dikasih selama ini.

“Kami mengucapkan dapat kasih atas bantuan dengan telah diberikan kepada ana. Terus terang saja ana tidak pernah merasakan larangan apapun dari pihak BKPM. Semua mendukung, ” membuka Bakir.

Baca juga: Isu Reshuffle Kencang Berhembus, Sapa Cocok Jadi Menteri Investasi?

Selanjutnya, Bakir menyatakan jadi menjalankan pengembangan kawasan pada Papua Barat sebagai arah dari upaya pengembangan perusahaan. Adapun proyek pengembangan pada Papua Barat ini merupakan proyek pendirian pabrik gemuk urea, amoniak, dan pula methanol.

Bakir juga menjelaskan kalau proyek besar ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah, kurun lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi pada Kawasan BP Tangguh.

Lokasi proyek yang berada di Papua Barat ini merupakan satu diantara kontribusi Pupuk Indonesia di membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur.