Bupati Wihaji: Konsep TOD Satu Bagian dengan KIT Batang

Bupati Wihaji: Konsep TOD Satu Bagian dengan KIT Batang
Jul 01 2020
Kenneth Ross

loading…

BATANG – Berdirinya Kawasan Indutri Terpadu (KIT) Batang tidak menghilangkan konsep rest tempat transit oriented development (TOD) yang berlokasi di KM 369, Daerah Kedawung, Banyuputih.

Menurut Bupati Batang Wihaji, TOD tidak lagi menjadi sebuah impian sebab sudah masuk dalam satu paket dengan Kawasan Industri Terpadu yang menempati tanah PT Perkebunan Nusantara 9. “Kita tidak menghilangkan rancangan TOD yang kita gagas dulu, tapi menjadi satu paket dengan kawasan industri, ” katan Wihaji, Rabu (1/7/2020).

Ia menambahkan, rest area TOD langgeng jalan yang nantinya di tengah kawasan industri akan dibangun hotel, apartemen dan UMKM dilengkapi paket wisata sehingga menjadi satu rencana. “Kawasan Industri Terpadu Batang menjelma perbedaan kawasan industri lainya. Ibaratanya orang datang hanya bawa KTP sudah dapat motor, ” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mempersilakan investor datang ke Batang karena ada regulasi yang mempermudah dari segi perizinan tenggat harga tanah yang murah, maka energi listrik karena kita memiliki PLTU 2×1. 000 MW. “Kemarin, Menteri PU PR siap wujud infrastrukturnya, bendungan untuk menyiapkan air bakunya, Menteri Perhubungan siap bentuk pelabuhan dry port dan stasiun kereta barangnya, ” kata Wihaji.

Tidak hanya itu, kelebihan KIT Batang dengan luasan 4. 000 hektare terdiri daripada 3. 000 hektare satu hamparan yang lainya hanya berbeda golongan. “Dari hasil diskusi para menteri kemarin saya mengusulkan tanah KIT Batang tanahnya gratis selama kaum tahun, ” ujarnya.

Karena dengan cara itu, lanjut dia, Indonesia bisa beriring-iring dengan negera lain, sehingga investror bisa berbondong-bondong. “Investor cukup angkat KTP. Usahanya apa serius nggak, kalau serius monggo ini tersedia tanah dan sementara tidak tukar dulu, Inilah menjadi harapan beta selaku kepala daerah karena impeknya dapat menyerap tenaga kerja terakhir dan perputaran uang yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” katanya.

Bupati pula sangat berterima kasih sekali kepada Presiden Joko Widodo, Gubernur Jateng, Kepaka BKPM, Menteri BUMN serta DPUPR dan Perhubungan yang mengumumkan Kabupaten Batang sebagai Kawasan Pabrik Terpadu, Selasa (30/6/2020).

(alf)