Cegah COVID-19, Warga AS Disebut Ramai-ramai Minum Pemutih Pakaian

Cegah COVID-19, Warga AS Disebut Ramai-ramai Minum Pemutih Pakaian
Jun 09 2020
Kenneth Ross

Victor Maulana Cegah COVID-19, Warga AS Disebut Ramai-ramai Minum Pemutih Pakaian

Praktik kritis dilakukan penduduk Amerika Serikat agar terhindar dari virus corona, COVID-19. Foto: SINDOnews/Ilustrasi

WASHINGTON – Manifestasi berbahaya dilakukan penduduk Amerika Konsorsium agar terhindar dari virus corona, COVID-19. Mereka ramai-ramai meminum adonan pemutih pakaian, sabun hingga cairan pembersih lainnya

Tindakan beresiko ini terungkap bersandarkan survei yang dilakukan Pusat Pengoperasian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Pada bulan April, Presiden AS, Donald Trump membuat kontroversi dengan pernyataan bahwa karakter Amerika harus menyuntik diri secara disinfektan untuk melindungi diri lantaran virus Corona, komentar yang menurut Trump salah diartikan oleh awak AS.

Baca Juga:

Baca: AS Klaim Punya Data China Coba Sabotase Pengembangan Vaksin Covid-19

Taat survei CDC, tampaknya orang Amerika lainnya memiliki ide serupa, dengan survei organisasi menunjukkan 60 persen telah mulai membersihkan rumah itu lebih sering dan menggunakan pemutih yang berbahaya, dan produk desinfektan beracun lainnya.

CDC mensurvei 502 orang dewasa di AS untuk berbagai kegiatan dengan melibatkan disinfektan menyusul peningkatan pandai dalam panggilan ke pusat pengerjaan racun terkait dengan paparan kepada pembersih dan disinfektan sejak kausa pandemi Covid-19.

“39 persen responden sengaja terlibat di setidaknya satu praktik berisiko luhur yang tidak direkomendasikan oleh CDC untuk pencegahan penularan Covid-19, ” bunyi laporan CDC, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (09/06/2020).

Praktik berisiko luhur yang terdaftar oleh CDC tercatat, menggunakan pemutih pada bahan makanan, menggunakan produk pembersih dan disinfektan rumah tangga di tangan atau kulit, menyemprotkan pembersih atau disinfektan ke tubuh, menghirup uap daripada pembersih rumah tangga atau awahama, berkumur atau minum larutan pemutih encer, sabun atau cairan pembersih lainya.

Baca Juga:   Kapal Siluman Rusia Kini Siap Terjun Dalam Urusan Perang
Seperempat responden dalam survei mengatakan bahwa mereka telah menderita setidaknya satu efek kesehatan yang buruk yang itu yakini karena penggunaan pembersih serta desinfektan, termasuk hidung, kulit, iritasi mata, pusing, mual, dan masalah pernapasan.

“Praktek-praktek ini menimbulkan risiko kerusakan jaringan dengan parah dan cedera korosif & harus benar-benar dihindari, ” sirih CDC.

“Meskipun buah kesehatan yang merugikan yang dilaporkan oleh responden tidak dapat dikaitkan dengan keterlibatan mereka dalam praktik berisiko tinggi, hubungan antara pengerjaan berisiko tinggi ini dan hasil kesehatan yang dilaporkan merugikan menunjukkan perlunya pesan publik mengenai manifestasi pembersihan dan disinfeksi yang tenteram dan efektif yang ditujukan buat mencegah transmisi SARS-CoV-2 di panti tangga, ” tukasnya, menggunakan nama resmi Covid-19.

( sri )

preload video

Berita Terpaut

KOMENTAR (pilih lengah satu di bawah ini)

  • Disqus
  • Facebook