Cegah Spekulasi Liar Peretasan, IMM Dorong Busyro Dkk Lapor Polisi

cegah-spekulasi-liar-peretasan-imm-dorong-busyro-dkk-lapor-polisi-1
May 18 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Konferensi pers menyikapi pembebastugasan seventy five pegawai KPK yang bukan lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang digelar secara virtual diganggu dan diretas hingga adanya percobaan pembajakan akun Whatsapp. Tidak kurang dari Sembilan upaya peretasan terjadi dalam konpers tersebut. Yang menjadi sasaran lalu target dari peretasan dan pembajakan tersebut adalah pra aktivis dan tokoh antikorupsi yang ikut terlibat dalam acara tersebut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengecam tindakan peretasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Menurutnya, kejadian peretasan dan pembajakan akun media sosial tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan pengecut. “Hanya pengecut yang melakukan teror melalui peretasan akun media sosial dan sabotase pertemuan virtual tersebut. Saya rasa ini adalah bentuk ketidakdewasaan berpikir dan memalukan”, ungkap Najih dalam keterangannya, Selasa (18/5/21). Baca juga: Diretas, Akun WA Anggota ICW dan Eks Pimpinan KPK Dikirimi Video Porno

Najih melanjutkan tindakan pembajakan alat komunikasi (WhatsApp dan HP) serta peretasan akun media sosial yang terjadi kepada pra aktivis dan tokoh antikorupsi ini adalah perbuatan yang ilegal yang tidak seharusnya terjadi. “Peretasan dan pembajakan akun media sosial dan alat komunikasi jelas sama sekali tanpa ada indikasi, jelas adalah suatu tindakan yang ilegal. Apalagi ini terjadi pada kondisi khusus seperti ini. Kejadiannya serentak kepada pra aktivis dan tokoh no- korupsi”, ungkap Najih. Baca juga: Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto Mengaku Akun WA nya Dibajak

Untuk itu, Najih mendorong kepada para korban yang diretas maupun pihak yang kegiatannya disabotase, buat melaporkan kepada pihak Kepolisian agar segera diusut lalu dibuktikan perihal kejadian tersebut. Sehingga tidak akan terjadi tuduhan liar yang merugikan berbagai pihak, serta mendiskreditkan pihak tertentu. “Harus segera dilaporkan, agar masalah ini segera diusut dan apparent. Juga untuk meminimalisir berkembangnya opini liar di masyarakat dan mendiskreditkan pihak tertentu. Tentu kita tidak ingin terjadi yang seperti itu”, ungkap Najih.

Najih menambahkan, pihak Kepolisian juga perlu untuk bersikap proaktif dalam melihat fall ini. Menurut Najih, dri kejadian ini berpotensi menimbulkan opini liar di penduduk. Masyarakat menunggu kepastian, tuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai apa yang terjadi. “Yang kita khawatirkan ialah berkembangnya opini liar di masyarakat yang dimanfaatkan dengan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mediskreditkan pihak tertentu, ” kata Najih.

Lihat Juga:

Terkait dengan posisi lembaga antirasuah tersebut, kata Najih, KPK harus tetap kuat agar mampu menjalankan peran dan fungsinya secara ideal dalam mengawal pembangunan lokal. Tidak ada yang boleh melemahkan KPK baik itu secara kelembagaan maupun secara kinerja. “KPK adalah lembaga yang telah dirasakan kehadirannya sangat penting dalam mengawal pembangunan bangsa. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk memperkuat KPK. Tidak ada yang boleh melemahkan KPK secara kelembagaan maupun kinerja, ” pungkas Najih