Dibahas di RUPS Siang Itu, Berapa Kerugian yang Diderita Garuda?

dibahas-di-rups-siang-ini-berapa-kerugian-yang-diderita-garuda-1
Aug 13 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar Kerap Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 di dalam Jumat (13/8/2021) siang tersebut. Pemegang saham pun akan melakukan pengesahan laporan keuangan perusahaan sepanjang tahun berantakan.

Meski pengesahan laporan keuangan dilakukan masa RUPS, Garuda Indonesia tunggal sudah mencatat kerugian pada Maret 2020 sebesar USD120, 16 juta atau sepadan Rp1, 7 triliun.

Keuangan emiten BUMN ini terus terkontraksi hingga kuartal I/2021, di mana perusahaan mencatatkan kenaikan rugi bersih per 31 Maret 2021 sebesar USD384, 34 juta atau sebanding dengan Rp5, 57 triliun, naik 219, 86 obat jerih dari periode yang sebanding tahun lalu.

Baca pula: Lowongan Kerja di BUMN Jasa Logistik untuk 6 Posisi, Cek Syaratnya

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD353, 07 juta atau turun 54, 03 tip dibanding periode yang cocok tahun sebelumnya sebesar USD768, 12 juta dengan menderita per saham dasar USD0, 01485.

Adapun pendapatan usaha Perseroan terdiri atas penerbangan berjadwal, penerbangan tidak berjadwal, dan lainnya. Penerbangan berjadwal menyumbang terbesar ke pendapatan sebesar USD278, 22 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD654, 52 juta.

Kemudian, penerbangan tidak terjadwal tercatat USD22, 78 juta atau lebih tinggi sejak sebelumnya USD5, 31 juta, dan lainnya tercatat USD52, 06 juta atau bertambah rendah dari sebelumnya USD108, 27 juta.

Baca juga: Bisnis Penerbangan Babak Belur, 1. 000 Pesawat Dikembalikan ke Lessor

GIAA mencatatkan adanya kenaikan beban pelestarian dan perbaikan di kuartal I/2021 menjadi USD159, 73 juta dibanding periode dengan sama tahun lalu USD128, 52 juta.

Sementara itu, tanggung operasional penerbangan turun menjadi USD392, 25 juta sebab sebelumnya USD525, 65 juta, dan beban umum serta administrasi turun menjadi USD46, 25 juta dari sebelumnya USD72, 45 juta.

Manajemen Garuda menjelaskan, grup mengalami kerugian sebesar USD385, 4 juta dan liabilitas jangka pendek persekutuan melebihi aset lancarnya sejumlah USD4, 07 miliar serta Grup mengalami defisiensi ekuitas sebesar USD2, 32 miliar.