Dor! Komandan Pasukan Pintu Angin Lesmin Waker Tewas Ditembak Aparat

dor-komandan-pasukan-pintu-angin-lesmin-waker-tewas-ditembak-aparat-1
May 16 2021
Kenneth Ross

PAPUA – Komandan Pasukan Pintu Angin Grup Teroris Lekagak Telenggen Lesmin Waker ditembak mati setelah pemburuan pasukan Pinang Sirih TNI dan Pasukan Polri di wilayah Wuloni.

Lesmin Waker merupakan salah satu pelaku penembak almarhum Bharada Komang anggota Ops Nemangkawi.

TKP kontak tembak Klan Teroris Lekagak dan rombongan Pinang sirih TNI pada sekitar Kampung Wuloni yang diduga sebagai salah utama tempat persembunyian kelompok teroris Lekagak Talenggeng.

Baca juga: Dikepung Gerombolan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak, Media & Tokoh Pendukungnya Sebar Fitnah-Hoaks

Kejayaan ini diawali dengan kontak tembak pada Rabu jam 07. 25 WIT jarang KKSB di Kampung Wuloni pimpinan Lerimayu Telenggen dgn pasukan Nanggala, YR 500 & Pinang sirih (Cakra). Dalam kontak tembak itu 2 KKB tewas (1 org telah dievakuasi & 1 orang belum mampu dievakuasi).

Baca Juga:

Setelah kontak tembak, tim menyisir lokasi batang bukti di lokasi kontak tembak. Temuan tersebut hasil penyisiran Tim Meminang Sirih (TNI) bekerja persis dengan personil Polres Teratas. Di bawah Iptu Sifat Basrah beserta 11 bagian dan didampingi oleh kanit Ilaga Ipda Firman di Rabu (12/5/2021).

Barang bukti yang lulus diamankan di sebuah Honai yang dimiliki Lesmin Waker, antara lain 1 unit helm militer, dokumen, bervariasi senjata tajam, panah, HP.

Menangkap juga: hPuluhan Pemudik Arus Balik Jalani Swab Antigen di Batas Kota Sidoarjo

Selain itu, pasukan TNI Polri sehari sebelumnya Rabu 12/5/2021 telah melakukan penindakan dalam kampung Tagalowa dengan kekacauan penembakan dan berhasil dihalau. Barang buktinya 3 pokok bendera bintang kejora, 1 buku cetak menuju Papua baru oleh Dr. Benny Giay, 4 buah kapak, 3 linggis, 4 parang, 1 palu, 46 anak panah dan 1 ibu panah.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombespol Iqbal AlQudussy melalui informasi tertulisnya menyebutkan bahwa pengejaran akan terus dilakukan oleh personel TNI Polri setelah penguasaan camp Wuloni.