Eks Dubes AS untuk PBB: Menghidupkan Kembali JCPOA Kematian Bagi Israel

eks-dubes-as-untuk-pbb-menghidupkan-kembali-jcpoa-kematian-bagi-israel-1
Jun 15 2021
Kenneth Ross

TEL AVIV – Mantan Duta Mulia (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB , Nikki Haley, memperingatkan agar pemerintahan Presiden Joe Biden tidak menyelamatkan perjanjian nuklir Iran . Ia mengatakan kejadian itu pada akhirnya adalah kematian bagi Israel dan dunia pada umumnya.

“Gagasan zaman ini bahwa Anda mempunyai banyak negara di semesta dunia, termasuk Amerika Serikat, yang mencari cara buat mengulang kesepakatan Iran ini tidak lebih dari keinginan untuk mati bagi Israel dan akhirnya kematian untuk dunia, ” ujarnya laksana dikutip Sputnik dari Jerusalem Post, Rabu (16/6/2021).

Dengan latar belakang pembicaraan Wina yang sedangkan berlangsung yang bertujuan untuk membangun kembali Rencana Ulah Komprehensif Gabungan (JCPOA), dengan disebut juga sebagai perjanjian nuklir Iran, Haley menggagalkan upaya pemerintahan Joe Biden untuk memasuki kembali konvensi antara Iran dan kekuatan utama negeri.

Menyuarakan Juga:

Pendahulu Biden, Donald Trump, menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018. Patuh Haley, upaya Biden yang menjatuhkan dirinya untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran cukup menjijikkan.

Baca juga: Mengejutkan, Iran telah Produksi enam, 5 Kg Uranium Pengayaan 60%

“Iran tidak mau pernah mengubah caranya. Tidak akan pernah berhenti mengutarakan kematian kepada Israel. Tak akan pernah berhenti mengutarakan kematian kepada Amerika. Dan satu-satunya cara agar kita dapat melakukan perubahan adalah dengan membatalkan uangnya dan menarik kembali dompetnya, ” kata politisi Amerika tersebut.

Nikki, yang menjabat pada era Donald Trump, melakukan tur ke Israel selatan pada keadaan Minggu dan Senin. Dia bertemu dengan pejabat luhur negara itu termasuk Menteri Luar Negeri Yair Lapid dan mantan Perdana Gajah Benjamin Netanyahu, yang kala jabatannya selama dua belas tarikh berturut-turut telah berakhir.

Haley tiba dalam Israel dalam misi simpati yang diselenggarakan oleh Christians United for Israel.

Wina, Austria, sudah menjadi tuan rumah perundingan mengenai pencabutan sanksi & kembalinya Teheran dan Washington ke JCPOA, atau Konvensi Nuklir Iran. Setelah menjabat pada Januari lalu, Kepala AS Joe Biden telah mengisyaratkan bahwa kebangkitan balik perjanjian nuklir dengan Iran dimungkinkan setelah Donald Trump membatalkan kesepakatan itu di dalam 2018 lalu.

Baca juga: Teheran Merespons Pemerintah Baru Israel: Iran yang Kuat Sedang Ada di Sini!