Esensi World Day for International Justice untuk Memperkuat Kalis Antikorupsi

esensi-world-day-for-international-justice-untuk-memperkuat-imun-antikorupsi-1
Jul 18 2021
Kenneth Ross

H. Firli Bahuri
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
Republik Indonesia

DI SETIAP tanggal 17 Juli, kita bangsa Indonesia sebagai bagian dari kelompok dunia, turut memperingati Hari Keadilan Internasional (World Day for International Justice), hari yang juga dikenal jadi Hari Keadilan Pidana Internasional atau International Justice Day.

Peringatan ini seyogianya kita jadikan momentum untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan ragam kebusukan kemanusiaan yang senantiasa mengancam eksistensi peradaban umat pribadi. Korupsi adalah salah satu kejahatan kemanusiaan yang era ini menjadi musuh bergandengan seluruh bangsa di negeri, tak terkecuali bangsa kita yang memiliki catatan serta sejarah kelam dengan kesalahan korupsi.

Korupsi menjauhkan suatu kerabat di dunia dari sebutan kemakmuran, bahkan korupsi bisa menyebabkan gagalnya suatu negeri mewujudkan tujuannya. Tak terkira lagi dampak mematikan manipulasi yang menghancurkan setiap tatatan kehidupan suatu bangsa, mendatangkan ketidakadilan, ketimpangan, kemiskinan serta keterbelakangan rakyat dalam suatu negara.

Baca Juga:

Korupsi terang menjadi tembok besar untuk mewujudkan salah satu arah kita dalam bernegara, yakni memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap rakyat Nusantara, mengingat korupsi bukan hanya merugikan perekonomian semata namun dapat meluluh lantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Layaknya Virus Corona, korupsi terbukti berkecukupan beradaptasi, berevolusi bahkan berinovasi dalam kondisi apapun, sehingga siapapun yang tidak menggembala imun ANTIKORUPSI, dapat terpapar dan menularkannya ke orang-orang yang minim integritas, etika serta moral.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lahir sejak rahim dan dibesarkan oleh rakyat, Insya Allah akan teguh menjalankan misi sari memberantas korupsi di negeri ini, agar tujuan bernegara dapat terwujud seutuhnya bagaikan cita-cita dan harapan FoundingFathers serta segenap bangsa Nusantara.

Benar bukan persoalan mudah, tetapi tidak terlampau sukar buat mencabut jantung dan pokok korupsi dari penjuru dunia pertiwi. Perlu konsistensi nasional dalam segenap upaya membasmi korupsi di negeri itu. Dimulai dari diri tunggal, perlu keteguhan dan keikhlasan luar biasa untuk menjauhi karakter koruptif dalam keseharian kita, untuk mewujudkan konsistensi nasional dalam perang badar melayani korupsi di NKRI.

Sekali lagi kami ingatkan bahwasanya korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi hingga berinovasi dalam situasi dan kondisi apapun dinegeri ini sehingga kejahatan kemanusiaan ini dapat terjadi secara sistematik, terstruktur dengan efek destruktif sistemik.

Sebagai kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity) , korupsi dengan dipandang dunia sebagai kebusukan luar biasa (extraordinary crime) , memang harus ditangani bersama oleh segenap umat manusia di dunia khususnya bangsa Indonesia sesuai yang diamanatkan negara dalam mukadimah UUD 1945. Kita segenap anak Bangsa Mempunyai Harapan Indonesia yang kita cita-citakan bisa terwujud yaitu Indonesia yang Bebas serta Bersih dari Korupsi, Nusantara yang melindungi Segenap kerabat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Indonesia dengan Sejahtera, Indonesia yang Cerdas, Indonesia yang ikut rajin Memelihara Perdamaian Dunia, serta Indonesia yg membanggakan Semesta Rakyat Indonesia.

Jaga dan perkuat imun ANTIKORUPSI dengan selalu menerapkan perilaku hidup elementer dan berani jujur di dalam hal-hal sekecil apapun, mengikuti teguhkan selalu nilai-nilai ketuhanan, agama dan pancasila pada rutinitas keseharian kita.

Hari Keadilan Internasional jangan hanya menjadi seremoni tahunan semata tetapi makna dan esensi World Day for International Justice seharusnya menjadi momentum untuk bangsa Indonesia sebagai arah dari masyarakat dunia untuk meneguhkan imun ANTIKORUPSI diri sendiri, keluarga, teman, saudara agar imunitas ANTIKORUPSI nasional dapat terwujud demi mewujudkan cita-cita Indonesia bebas sebab Korupsi.