Golongan NasDem Kota Bandung Kritisi Implementasi Perda Disabilitas

Golongan NasDem Kota Bandung Kritisi Implementasi Perda Disabilitas
Jul 22 2020
Kenneth Ross

loading…

BANDUNG – Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Bandung mengkritisi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan serta Pemenuhan Hak Disabilitas yang implementasinya dinilai belum sesuai harapan. Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung, Rendiana Awangga mengatakan, meskipun Tanah air Bandung sudah memiliki perda dengan pro terhadap kalangan difabel (penyandang disabilitas), namun penerapannya di lapangan belum sejalan.

Dia mempertunjukkan, perda mengamanatkan Pemkot Bandung untuk membangun aksesibilitas bagi kalangan difabel, namun kenyataannya masih jauh sebab harapan. “Seperti pembangunan shelter dengan tidak ada akses buat penyandang disabilitas, sehingga mereka masih suram mengakses transportasi umum, ” sebut Kang Awang, sapaan akrabnya dalam sela-sela penyerahan alat bantu untuk difabel di Kecamatan Arcamanik serta Buahbatu, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Baca Pula:

Kang Awang pun menyentil keberadaan guiding block yang dipasang dalam trotoar. Menurutnya, blok-blok pemandu bulevar tersebut tidak sesuai fungsinya sebab banyak yang terhalang tiang listrik atau pohon. “Padahal, guiding block merupakan infrastruktur pemandu bagi kelompok tuna netra, ” kata Termuda Awang yang juga anggota DPRD Kota Bandung itu. (Baca: Terapkan Protokol COVID-19, KPU Jabar Pastikan Siap Gelar Pilkada 2020)

Bertambah lanjut Kang Awang menekankan kalau difabel bukanlah masyarakat kelas besar. Dia menegaskan, mereka sama-sama kaya dan berperan aktif dalam mendirikan Kota Bandung. “Oleh karenanya, kita terus dorong Pemkot Bandung menggalakan program-program bantuan bagi kalangan disabilitas, agar mereka dapat berkegiatan dengan optimal dalam kehidupan sehari-harinya, ” katanya.

Dalam jalan tersebut, Kang Awang menyerahkan secara simbolis bantuan alat bantu kepada 20 difabel dari total 575 alat bantu yang diserahkan bersifat kurk, walker, dan tongkat kurang netra. “Alat bantu ini adalah realisasi dari permohonan aspirasi asosiasi disabilitas dalam kegiatan reses tahun 2019 yang lalu, ” katanya.