HMI Sebut Ajakan Doa Bersama Gubernur Sumut Berpotensi Langgar Protokol Kesehatan tubuh

HMI Sebut Ajakan Doa Bersama Gubernur Sumut Berpotensi Langgar Protokol Kesehatan tubuh
May 09 2020
Kenneth Ross

loading…

JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut mengkritik Gubernur Sumut yang mengajak seluruh instansi baik institusi pemerintahan maupun nonpemerintahan dan asosiasi luas untuk doa bersama pada rangka meminta dibebaskan dari pandemi COVID-19.

Ajakan doa bersama melalui Surat Edaran 440/3859/2020 itu memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik, yaitu pada Kamis (14 Mei 2020) pukul 12. 30-13. 00 WIB di tempat per. Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Alwi Hasbi Silalahi memperhitungkan ajakan gubernur tersebut berpotensi membahayakan masyarakat. (Baca selalu: Bule Inggris Tewas Mendadak saat Bersepeda di Jimbaran Bali)

“Saya sangat heran sekaligus khawatir dengan langkah Gubernur ini. Sudah jelas ajakan ciri bersama sangat berpotensi melanggar adat kesehatan, ” katanya dalam masukan tertulis, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga:

Potensi terbentuknya spektrum baru penyebaran virus, dinilai benar besar sehingga membahayakan masyarakat. Hasbi menjelaskan, masyarakat akan menerjemahkan lambaian tersebut untuk berkumpul dalam jumlah yang tidak sedikit. Jika telah begitu, protokol kesehatan tidak mau bisa diterapkan.

“Gubernur berpotensi melakukan dua kecacatan besar. Pertama, memicu terjadinya keramaian. Kedua, saat keramaian terjadi dalam banyak tempat pada 14 Mei 2020 nanti. Dua kesalahan itu adalah masalah besar dalam aturan kesehatan, ” jelasnya.

Selain itu, Hasbi memperhitungkan bahwa doa bersama yang akan dilakukan oleh berbagai instansi tadbir di bawah Pemprov Sumut pula berpotensi menyia-nyiakan APBD. “Daripada untuk doa bersama di instansi tadbir, lebih baik anggarannya dialokasikan buat membantu masyarakat yang sangat terdampak dari sisi kesehatan maupun ekonomi, ” tegasnya.

Kendati demikian, Hasbi juga menerangkan bahwa pihaknya tidak keberatan secara doa untuk berharap pandemi COVID-19 berakhir di Sumut. “Doa tersebut sangat bagus. Kita harus senantiasa berdoa sebagai umat beragama. Tapi ya jangan praktik doa itu malah mendekatkan kita dengan kecelakaan, ” tandas Hasbi.

(shf)