Imbalan Cukai Jateng DIY Amankan dua Truk Tronton Angkut Tekstil Minus Dokumen Sah

Imbalan Cukai Jateng DIY Amankan dua Truk Tronton Angkut Tekstil Minus Dokumen Sah
Jun 13 2020
Kenneth Ross

loading…

SEMARANG – Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY bergerak sama dengan Bea Cukai Kudus berhasil menindak dua mobil truk tronton yang mengangkut tekstil daripada kawasan berikat tanpa dilengkapi salinan sah di Jalan Pecangaan-Damaran Pulodarat, Jepara pada Rabu (3/6).

Truk tersebut mengangkut bahan berupa potongan kain dan perca dari PT JIT, perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat (KB), minus dilengkapi dengan dokumen pabean. Lantaran hasil pemeriksaan, kedua truk itu mengangkut 202 karung sisa model kain dan perca seberat 3, 86 ton, dengan perkiraan ukuran barang sebesar Rp38, 63 juta dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp15, 69 juta.

Kepala Bagian Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng DIY, Moch. Arif Setijo, mengungkapkan kronologi penindakan yang bermula dari informasi intelijen tentang bakal adanya pengeluaran barang dari perusahaan penerima fasilitas KB, PT JIT berupa potongan kain dengan modus pengeluaran limbah.

Setelah melakukan pengembangan informasi serta koordinasi, tim gabungan Kanwil Dana Cukai Jateng DIY dan Harga Cukai Kudus melakukan pengintaian serta akhirnya melakukan penegahan terhadap 4 sarana pengangkut yang keluar lantaran PT JIT.

Dari hasil pemeriksaan didapati 1 truk memuat kain perca sesuai salinan pabean BC. 25, satu truk memuat limbah pengemas dari karton bekas dan drum berisi larutan dengan surat jalan muatan kotor. “Dari empat truk yang diperiksa, dua truk memuat kain, sisa potongan kain dan sampah plastik yang disamarkan menggunakan tulisan jalan muatan sampah tanpa dilengkapi dengan dokumen pabean, ” membuka Arif.

Barang buatan penindakan beserta sopir inisial AR dan S kemudian diamankan ke Kanwil Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih sendat. Tindakan pengeluaran barang tanpa dokumen ini diduga melanggar Pasa 102 huruf (f) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Berasaskan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto memberikan kritik sekaligus meminta kepada jajarannya buat tetap menjaga semangat dan tidak mengendurkan tugas pengamanan keuangan negara dengan penuh integritas meski dalam tengah pandemi Covid-19.

Tri menekankan pentingnya penindakan ini berapapun nilai barangnya. “Penindakan ini penting untuk memberikan buntut jera kepada para pelaku, meskipun nilainya tidak besar. Bagaimanapun pula barang impor yang dimasukkan untuk diolah di kawasan berikat masih terhutang bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Jadi pengeluaran barang dari perusahaan harus sepengetahuan petugas Bea Cukai dan dilengkapi dokumen pabean, ” tegasnya.

(alf)