Industri Perbankan Nasional Baik-baik Sekadar, Tapi Awas Ada Keburukan Dalam

industri-perbankan-nasional-baik-baik-saja-tapi-awas-ada-penyakit-dalam-1
Apr 01 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Eksekutif Kepala Departemen Pengkajian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anung Herlianto menekankan, bahwa pabrik perbankan dalam kondisi sungguh-sungguh saja. Tercatat Rasio non-performing loan (NPL) growth 3, 21 dengan NPL satu, 04% yang menurutnya masih berada dalam taraf wajar.

“Nah ada besar bantalan (cushion)-nya ketika shock ekonomi terjadi, yang mula-mula adalah rasio permodalan dengan mungkin sangat kuat dalam 24, 61%. Lalu akal likuiditas, masih jauh pada atas thresholdnya, yakni 265%. Jauh di atas keyakinan saat ini di 100%, bahkan OJK sudah merelaksasi 85%, ” ungkap Anung dalam IDX Channel Webinar on TV bertajuk Kesiapan Industri Perbankan Menghadapi Perbaikan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Kebut Pemulihan Ekonomi, Menkeu: Perbankan dan Pasar Modal jadi Prioritas Vaksinasi

Sekalipun demikian, dia mengakui bahwa profitabilitas agak tertekan. Untuk net interest margin (NIM), meski masih relatif mulia di 4, 47, tapi ini sudah turun 75 basis poin dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Tetapi dia menegaskan, bahwa iklim keuangan ini tetap keuntungan.

Menangkap Juga:

“Namun perlu diingat, bank kita, industri kita, permasalahannya masih punya tanggungan yang harus diselesaikan yaitu restrukturisasi kredit yang hampir Rp1. 000 triliun sampai dengan bulan Maret itu. Istilahnya ya ini penyakit dalam lah, moga bisa diselesaikan, ” perkataan Anung.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit BRI Melandai ke Rp189 Triliun per Februari

Dia juga mencatat, bahwa loan at risk berkecukupan di posisi 24, 19%. Ini fakta yang kudu diakui bahwa meski terlihat baik-baik saja di latar, hal ini harus lekas diselesaikan oleh bank-bank. “Kami meminta bank-bank untuk perlahan memupuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), agar kala nanti POJK restrukturisasi pengaruh berakhir, tidak menjadi peledak waktu ketika POJK itu selesai di 31 Maret 2022, ” pungkasnya.