Informasi Baik! Buruh Lepas & Karyawan Toko Korban PHK Bakal Terima JKP

kabar-baik-buruh-lepas-dan-karyawan-toko-korban-phk-bakal-terima-jkp-1
Sep 17 2021
Kenneth Ross

BANDUNG – Para buruh harian terlepas dan karyawan toko dengan menjadi peserta BP Jamsostek bakal mendapatkan jaminan kematian pekerjaan (JKP). Untuk tersebut, pemerintah melalui BP Jamsostek terus memperluas layanan baik bagi para pesertanya, khususnya yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Bandung Suci, Erni Purnamawati menjelaskan, JKP merupakan fasilitas tambahan selain manfaat uang jaminan keadaan tua (JHT) dan uang jaminan pensiun (JP) dengan selama ini diterima para-para peserta BP Jamsostek korban PHK . Jaminan berbentuk uang tunai tersebut sanggup diperoleh secara cuma-cuma tanpa adanya iuran tambahan. Baca juga:
Hendak Transaksi Narkoba, Pekerja di Toboali Tak Berkutik saat Diciduk Polisi

“Selain uang tunai, JKP serupa diberikan dalam bentuk bantuan pelatihan kerja gratis & bersertifikat serta informasi rekan kerja. Tentunya, setelah pelaku tersebut menjalani verifikasi oleh BP Jamsostek dan dinilai telah memenuhi syarat sebagai penerima manfaat JKP, ” ujar Erni di Bandung, Jumat (17/9/2021).

Erni menyatakan, rencana JKP bagi pekerja objek PHK tersebut akan berangkat diberlakukan pada Februari 2023 mendatang dan berhak diterima pekerja warga negara Nusantara (WNI) yang menjadi korban PHK, namun belum mencapai usia 54 tahun.

Penerima JKP merupakan pekerja yang bekerja pada pemberi kerja ataupun badan usaha skala membuang dan besar yang sudah mengikuti 4 program (JKK, JKM, JHT dan JP) atau bekerja pada pemberi kerja atau badan usaha skala kecil dan mikro yang mengikuti minimal 3 program (JKK, JK serta JHT).

Selain itu, pekerja dengan berhak mendapatkan JKP merupakan peserta BP Jamsostek dengan telah menjadi peserta program JKP BP Jamsostek minimal 12 bulan masa iuran dalam 24 bulan kepesertaan. “Terakhir, tenaga kerja tersebut juga harus didaftarkan perusahaannya sebagai peserta BPJS Kesehatan, ” katanya. Baca juga: Putus Nafsu dan Jadi Korban PHK, Pemuda Ini Nekad Panjat Tower TVRI di Sarang Bun

Menurut Erni, kalender JKP bertujuan untuk menegakkan derajat kehidupan yang cukup bilamana pekerja kehilangan order dan pekerja dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak saat terjadi risiko akibat PHK sambil berusaha mendapatkan pekerjaan kembali.

“Untuk menyukseskan terealisasinya bantuan ini, kami butuh bantuan semua HRD perusahaan di seluruh Kota Bandung untuk melengkapi data kekayaan, omset tenaga kerja (NIK, nomor handphone dan email), nomor dan/atau tanggal berangkat dan berakhirnya perjanjian kegiatan bagi pekerja/buruh dengan hubungan kerja berdasarkan PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) serta PKET (perjanjian kerja zaman tidak tertentu), ” tandasnya.