KPU Pangkep dan Manajemen RS Batara Siang Akan Bahas Ulang Biaya Rapid Test

KPU Pangkep dan Manajemen RS Batara Siang Akan Bahas Ulang Biaya Rapid Test
Jul 08 2020
Kenneth Ross

Muhammad Subhan KPU Pangkep dan Manajemen RS Batara Siang Akan Bahas Ulang Biaya Rapid Test

Pihak KPU Pangkep berencana membahas ulang biaya rapid test dengan manajemen RS Batara Siang. Foto: Ilustrasi/Istimewa

PANGKEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep dalam waktu dekat bakal melakukan pertemuan dengan manajemen  RS Batara Siang. Pertemuan itu untuk  membicarakan ulang biaya rapid test jajaran KPU Pangkep yang sementara berlangsung.

Rencana petermuan tersebut tak lepas dari tulisan edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) MENODAI tentang Batasan Tarif Tertinggi Penjagaan Rapid Test Anti Bodi.

Baca juga:   RSUD Batara Siang Kini Punya Ruang Tunggu Khusus Pasien Lansia dan Difabel

Dalam surat edaran yang keluar pada 6 Juli itu dijelaskan, batasan tarif tertinggi yaitu Rp150 ribu untuk masyarakat yang melangsungkan rapid test atas permintaan sendiri. Seluruh fasilitas kesehatan juga diimbau untuk mengikuti batasan tarif rapid test sesuai surat edaran.

Sekretaris KPU Pangkep, Zaenal Abidin mengatakan, sesuai perjanjian persetujuan antara KPU Pangkep dengan RS Batara Siang, disepakati biaya rapid test untuk seluruh jajaran KPU sebesar Rp350 ribu perorang. Pembalasan biaya layanan itu kata Zaenal akan dilakukan setelah seluruh pemeriksaan selesai.

“Karena ada SE tersebut, maka kami mau bertemu dulu dengan RS. Apakah tetap sesuai kontrak atau ikuti SE. Yang pasti sebelum pembalasan, seluruh dokumen akan diperiksa oleh BPK atau inspektorat agar tidak ada yang salah, ” sebutan Zaenal, Rabu (8/7/2020).

Ia menambahkan, anggaran untuk rapid test tersebut berasal dari tambahan khusus sebesar Rp2 miliar untuk penyelenggaraan pilkada dalam suasana pandemi COVID-19. Anggaran tersebut diperuntukkan buat pembelian alat pelindung diri (APD) untuk petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan panitia pemungutan suara (PPS) yang akan melakukan metode pencocokan dan penelitian.

“709 tambah PPS sudah dibekali APD sarung tangan, masker, face shield (pelindung wajah) dan hanscoon (sarung tangan), ” jelasnya.

Baca juga:   Kemenkes Perlu Libatkan Faskes Terpaut Standardisasi Harga Rapid Test

Sementara itu, Penasihat RS Batara Siang Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, pihaknya zaman ini sedang mengkaji penetapan imbalan rapid test di RS Raja Siang karena lebih tinggi dibanding surat edaran Kemenkes tersebut.

“Sementara dikaji, karena penetapan biaya di Pangkep sebelum informasi menteri keluar. Dan bila kudu mengacu pada edaran menkes maka akan menghentikan pemeriksaan, ” pungkasnya.

( luq )

preload video

Berita Terkait

KOMENTAR (pilih salah satu pada bawah ini)

  • Disqus
  • Facebook