Melayani Polisi Pakai Pisau, Pria dengan Merampok Nenek Ida Ditembak

Melayani Polisi Pakai Pisau, Pria dengan Merampok Nenek Ida Ditembak
Sep 29 2020
Kenneth Ross

SURABAYA – Joko, berjalan terpincang sambil menahan sakit. Pasalnya, kaki kiri Joko tembus ditembus peluru polisi. Tindakan kasar tersebut dilakukan polisi lantaran Joko melawan saat akan ditangkap.

Bapak satu anak ini diduga melakukan perampokan. Tindak kejahatan itu nekat dilakukan Joko lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Sementara, Joko menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya. (BACA JUGA: Tembus 3. 000 Bertambah, Kematian Akibat COVID-19 di Jatim Lampaui Jakarta)

Aksi kejahatannya terungkap, polisi langsung menangkap warga Jalan Gunung Segar, Kota Surabaya tersebut. Namun Joko nekat melawan dengan menyerang petugas menggunakan sebilah pisau. (BACA JUGA: “Mobil Goyang” dalam Halaman Masjid Raya Hebohkan Warga Sidimpuan)

Kapolsek Gubeng Kompol Palma Fahlevi mengatakan, tersangka Joko ditangkap di Ulama Nginden setelah menjadi buron penjaga selama 7 bulan. “Saat hendak ditangkap, tersangka melawan dan menyerang polisi dengan sebilah pisau. Aparat lalu melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kirinya, ” kata Kapolsek Gubeng. (BACA JUGA: Unik, Nama Budak ini Berasal dari Game Kecintaan Ayahnya)

Baca Serupa:

Setelah jadi dilumpuhkan, ujar Kompol Palma Fahlevi, tersangka dibawa ke Rumah Melempem Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk mendapatkan perawatan medis atas luka tembak di kaki kirinya. “Tersangka Joko menjadi buruan polisi setelah terlibat perampokan di kawasan Berkepanjangan Ngagel Tama, ” ujar Kompol Palma Fahlevi.

Di dalam aksi perampokan yang terjadi di dalam awal Maret lalu, tutur Kapolsek Gubeng, tersangka Joko membawa kelam telepon genggam dan tas berisi uang milik Ida, seorang aki berusia 75 tahun.

“Bahkan, tersangka Joko menganiaya target Ida hingga korban mengalami luka tusuk di bagian dada kanan. Beruntung, nyawa nenek Ida selamat setelah menjalani perawatan. Saat itu korban dalam kondisi baik, ” tutur Kapolsek Gubeng.

Kepada polisi, tersangka Joko mengaku nekat merampok karena tidak memiliki uang buat memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah di-PHK dari pekerjaannya akibat terdampak pandemi COVID-19.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 bagian sepeda motor, sebilah pisau, serta sebuah telepon genggam. Tersangka gawat hukuman lebih dari 5 tahun penjara.