Memperhatikan! Penipuan Investasi Aset Kripto dengan Skema Piramida

awas-penipuan-investasi-aset-kripto-dengan-skema-piramida-1
May 01 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menggunakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengingatkan & mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan penawaran investasi berkedok aset kripto dengan memberikan janji keuntungan tentu (fixed income), berbagi makna (profit sharing), dan komisi jika dapat merekrut bagian baru. Salah satunya adalah perusahaan investasi E-Dinar Coin Cash (EDCCash).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan pemilik perusahaan EDCCash sebagai simpulan penipuan, penggelapan, dan pembersihan uang pada 22 April 2021.

“Kegiatan yang dilakukan EDCCash bukan termasuk kegiatan berniaga beli aset kripto yang sesuai dengan ketetapan Bappebti. EDCCash merekrut anggota mutakhir dengan menggunakan skema limas, yaitu dengan memproduksi & memperjualbelikan koin di kurun anggotanya sendiri. Masyarakat harus waspada terhadap penawaran investasi dengan skema piramida, ” kata Kepala Bappebti Sidharta Utama dalam keterangan resminya, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Kisah Pilu Pedagang Parsel Jelang Lebaran

Sidharta melahirkan, koin produksi EDCCash tidak termasuk dalam 229 macam aset kripto yang diperdagangkan di pasar fisik substansi kripto. Sebelumnya, Satgas Perdata Investasi (SWI) termasuk dalam dalamnya Bappebti menggelar rapat pada 18 Juni 2019.

Baca Juga:

Pada rapat itu, pemilik EDCCash mengaku cuma membuat aplikasi yang mampu digunakan oleh komunitas untuk membeli E-Dinar Coin. Pemilik EDCCash juga mengaku tidak memberikan penawaran keuntungan.

Namun, pada 29 September 2020, SWI sepakat untuk menghentikan kesibukan EDCCash. Bappebti telah melahirkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor tujuh Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto dengan dapat Diperdagangkan di Rekan Fisik Aset Kripto. Melalaikan peraturan tersebut, Bappebti sudah menetapkan sebanyak 229 jenis aset kripto yang sanggup diperdagangkan.

“Koin produksi EDCCash tidak termasuk dalam 229 macam aset kripto yang diperdagangkan di pasar fisik substansi kripto, ” ungkap Sidharta.

Baca juga: Rekrut Ahli Jadi Pegawai, Ini Wujud Manager Kimia Farma Simpulan Antigen Bekas

Sidharta mengutarakan, koin produksi EDCCash tidak memenuhi persyaratan sebagai aktiva kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik kekayaan kripto, yaitu berbasis distributed ledger technology; berupa aktiva kripto utilitas (utility crypto) atau aset kripto beragun aset (crypto backed asset); nilai kapitalisasi pasar (market cap) masuk kedalam status 500 besar kapitalisasi pasar Aset Kripto (coinmarketcap); menyelap dalam transaksi bursa substansi kripto terbesar di negeri; memiliki manfaat ekonomi, serupa perpajakan, menumbuhkan industri informatika dan kompetensi tenaga ulung di bidang informatika; dan telah dilakukan penilaian terhadap risikonya.

Menurut Sidharta, investasi di bidang aset kripto semakin diminati masyarakat, khususnya pada tengah pandemi Covid-19. Makna aset kripto seperti bitcoin, ethereum, ripple, dogecoin, & lainnya terus mengalami kemajuan.

“Transaksi aset kripto harus dilakukan dengan pengetahuan dan interpretasi tentang karaketristik dan risiko aset kripto. Harga kekayaan kripto berjenis bitcoin mengalami fluktuasi yang sangat luhur. Sehingga, bitcoin termasuk sebagai investasi yang berisiko luhur, ” tandasnya.