Menahan Varian Covid-19 Baru, Sudah Selayaknya Akses Internasional Ditutup

cegah-varian-covid-19-baru-sudah-selayaknya-akses-internasional-ditutup-1
Jul 06 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Anggota Tip IX DPR dari Bagian PAN Intan Fauzi mengamati sikap pemerintah yang belum juga menutup akses keluar masuk Indonesia dari luar kampung. Bahkan sebanyak 20 gaya kerja asing ( TKA) asal China tiba di Makassar, Sulawesi Selatan saat dimulainya PPKM Kritis.

Bukannya menyumbat, Satgas COVID-19 malah melahirkan Surat Edaran Nomor 8/2021 yang mengatur perjalanan internasional. Padahal, kata Intan, seluruh varian baru virus corona yang ada di Nusantara berasal dari luar daerah. Sudah seharusnya akses internasional ditutup.

“Sudah saatnya bandara, pelabuhan, tercatat jalan darat karena kita juga punya perbatasan secara negara lain via darat, ya memang harus ditutup, ” kata Intan saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Luhut Minta TKA China Tak Dipermasalahkan, Fadli Zon: Ini Meneladan Arogansi Kekuasaan
“Sebenarnya kalau kita bicara bahwa varian anyar ini alpha, delta, beta termasuk kappa terakhir tersebut kan sudah terdeteksi tersedia di Indonesia, yang dasar varian asalnya dari luar, ” ujarnya.

Baca Juga:

Menurut Kepala Umum PUAN ini, sudah ada sejumlah ketentuan daerah esensial yang diperbolehkan menyelap ke Indonesia selama PPKM Darurat, seperti pangan, kesehatan tubuh dan sebagainya. “Jadi jika menurut saya tidak tersedia kebutuhan yang sangat pokok untuk pergerakan orang sebab luar negeri masuk ke Indonesia. Itu harus lekas pemerintah menutup apa pula alasannya, ” kata politikus PAN ini.

“Kalau pun itu esensial bantuan orang kan kita tidak ada tenaga kesehatan tubuh dari luar negeri. Jadi, sebetulnya masuknya orang ke Indonesia dari luar kampung sudah harus disetop, ” katanya.

Mengaji juga: 20 TKA China Mengakar Indonesia, Pemerintah Perlu Mendatangkan Perasaan Rakyat
Lebih lanjut Permata berpendapat, kewajiban karantina sepulang dari luar negeri pula tidak menjamin bahwa transmisi baru virus corona bisa dikendalikan.

“Dan itu harus menjadi lupa satu bagian dari kita yang harus mendengar para-para ahli epidemiolog dan sebagainya. Karena arus orang itulah penularan orang, yang katanya dari napas 10 denyut (bisa menular), itu dengan harus jadi acuan kita, ” kata legislator dapil Depok-Bekasi ini.