Menko Airlangga Dorong Pengembangan Kecerdasan AI di Sektor Kesehatan

Menko Airlangga Dorong Pengembangan Kecerdasan AI di Sektor Kesehatan
Nov 10 2020
Kenneth Ross

JAKARTA – Pemanfaatan Kecerdikan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) diyakini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis, serta mendorong inovasi di bervariasi sektor. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan untuk menjawab bervariasi permasalahan pembangunan di Indonesia, termasuk penanganan pandemi Covid-19 dan perbaikan ekonomi nasional.

Perkembangan AI tentunya dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, teknologi digital menjadi segalanya yang menyokong perubahan juga.

(Baca Juga: Para Pejabat Negara ASEAN Bersemuka Bahas Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi)

Sebab, dengan adanya pembatasan interaksi dan kesibukan fisik, maka infrastruktur dan layanan digital menjadi tulang punggung untuk berbagai kegiatan produktif masyarakat, negeri usaha, dan bahkan Pemerintah.

Baca Juga:

“Pengembangan AI di sektor kesehatan tubuh perlu dilakukan sejak saat itu, mengingat dalam rentang 20 tahun, Indonesia akan memiliki aging society yang besar. Tingkat kesehatan dengan berkualitas di masa silver economy tersebut diperkirakan akan banyak didukung oleh pemanfaatan digital khususnya AI. Jadi, (kalau AI sudah diterapkan dari sekarang) bisa menjaga penyajian kepada masyarakat sampai masa mendatang, ” jelas Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (12/11/2020).

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, negeri menjalankan agenda transformasi digital jadi akselerator pemulihan ekonomi nasional & pendukung transformasi ekonomi. Pada awal Agustus 2020 lalu, presiden telah memberikan arahan terkait lima jadwal transformasi digital, yaitu: (a) Pengembangan akses dan peningkatan infrastruktur digital.

(Baca Serupa: Ilmuwan Kembangkan Kecerdasan Buatan 1. 000 Kali Lebih Hemat Energi)

Lalu (b) Penyiapan roadmap transformasi digital di sektor penting, seperti sektor pemerintahan, layanan umum, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perniagaan, perindustrian, dan penyiaran; (c) percepatan integrasi pusat data nasional; (d) penyiapan digital talent; serta (e) penyiapan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan.

“Kami mengapresiasi pembuatan Strategi Nasional Kecerdasan Tiruan Indonesia 2020-2045 yang sudah ditata melalui pendekatan quadruple helix (pemerintah, industri, akademia, dan komunitas masyarakat). Berbagai kajian global terkait pengembangan AI memberikan rekomendasi yang setidaknya meliputi tiga isu, yaitu merancang SDM yang ahli dalam AI, membangung kepercayaan terhadap AI, & membentuk ekosistem AI, ” tukasnya.