Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2021 Menembus Zona Ekspansif

menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-ii-2021-menembus-zona-ekspansif-1
Aug 06 2021
Kenneth Ross

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7, 07% (yoy), tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Ini sekaligus mencatatkan rekor pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak krisis subprime mortgage, bahkan lebih luhur dari negara peers. Kemajuan tersebut dicapai pada zaman kasus aktif Covid-19 sama selama triwulan II-2021 dengan tercatat mencapai 113. 218 kasus.

“Hal ini menunjukkan pemulihan ekonomi terus berlanjut dan tingginya angka kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap Penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang dilakukan pemerintah. Kemajuan ekonomi yang terjadi tersebut ditopang oleh kuatnya kemajuan baik dari sisi demand maupun supply, ” sebutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Virtual tentang Kemajuan Ekonomi Triwulan II-2021, dikutip Jumat (6/8).

Dari sisi demand, janji pemerintah dalam PC-PEN memajukan konsumsi pemerintah tumbuh menyentuh 8, 06% (yoy). Kewajiban ini secara bersamaan telah berhasil meningkatkan konsumsi panti tangga sebesar 5, 93% (yoy) dan konsumsi LNPRT tumbuh juga sebesar 4, 12% (yoy). Pembentukan modal tetap bruto juga tumbuh tinggi sebesar 7, 54% (yoy) seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian domestik yang mendorong kapasitas produksi negeri usaha. Membaiknya perekonomian ijmal juga membuat ekspor muncul sangat tinggi sebesar 31, 78% (yoy) disusul secara impor yang tumbuh 31, 22% (yoy).

Selanjutnya dari sisi supply, seluruh sektor lapangan usaha mengalami perbaikan. Sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif sebesar 6, 58% (yoy). Zona utama lainnya juga tumbuh signifikan, antara lain sektor transportasi dan pergudangan dengan tumbuh sebesar 25, 10% (yoy) dan sektor fasilitas dan makanan minuman dengan tumbuh sebesar 21, 58% (yoy).

“Beberapa sektor yang mendukung denyut di tengah pandemi Covid-19 juga melanjutkan penguatan pertumbuhan, seperti sektor informasi serta komunikasi serta jasa kesehatan. Kami juga melihat, sektor pertanian masih konsisten lahir selama pandemi dan berlaku penting terhadap ketahanan pangan Indonesia, ” ungkap Menko Airlangga.

Baca juga: Kerugian Pelanggaran Data Diklaim Sampai Rekor Tertinggi selama Pandemi Covid-19

Secara spasial, seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami perbaikan. Pulau Jawa sebagai kontributor perekonomian nasional mampu tumbuh tinggi diikuti oleh Pulau Kalimantan dan Sumatera, serta Bali dan Nusa Tenggara. Lebih tinggi, Pulau Sulawesi serta Maluku dan Papua juga tumbuh tinggi beriringan dengan kenaikan nilai ekspor yang terjadi, terutama karena tingginya suruhan produk-produk komoditas unggulan dalam luar negeri.

“Pemulihan ekonomi global dengan terjadi sepanjang semester I-2021 juga mendorong perbaikan ekonomi domestik serta menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Tren pemulihan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir 2021, ” jelas Menko Airlangga.

Dukungan ekonomi global ini berpotensi melanjutkan surplus neraca perdagangan yang telah terjadi selama 14 bulan berturut-turut dan menambah pemasukan devisa. Hal itu juga berpotensi mendorong kinerja ekspor komoditas unggulan Nusantara, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan nikel. Transaksi berjalan dan pinjaman luar negeri yang terarah dengan baik turut berkontribusi positif terhadap ketahanan daerah eksternal. Kinerja yang indah dari sektor eksternal itu diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang besar untuk perekonomian.