MUI Tak Larang Masyarakat Salat Idul Adha di Lapangan atau Masjid

MUI Tak Larang Masyarakat Salat Idul Adha di Lapangan atau Masjid
Jul 28 2020
Kenneth Ross

loading…

JAKARTA Majelis Ustazah Indonesia (MUI) tidak melarang masyarakat untuk Salat Idul Adha di lapangan maupun pada masjid. Karena tidak ada larangan mengenai hal tersebut dari pemerintah maupun Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita tidak bisa melarang karakter untuk Salat Id di lapangan maupun di masjid. Karena tersebut sunah dan itu tidak tersedia larangan dari pemerintah maupun konglomerasi tugas (Covid-19) itu, ” sekapur Ketua Komisi Dakwah Majelis Ustazah Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis di Jakarta, Selasa (28/7/2020) .

Dia membaca , Fatwa MUI Nomor 36 tahun 2020 mengenai pedoman berlebaran Idul Adha & berkurban. Pertama soal salat dengan mengaju kepada fatwa sebelumnya soal rawan dan tidak rawannya Covid-19. ( Baca juga: Petugas Imbau Masyarakat Salat Idul Adha di Rumah Masing-masing )

“Sehingga di tempat yang rawan tentunya kalau tersebut sangat berbahaya ya tentu pasti harus mengikuti protokol kesehatan sama dengan jumatan, kan sekarang sudah dapat tetap menjaga protokol kesehatan itu. Memang protokol kesehatan disetiap langgar dipastikan ya selalu ada pemeriksaan protokol kesehatan jaga jarak, memakai masker ya tentu jaga kejernihan, ” tuturnya.

Baca Juga:

Meski demikian, dia menganjurkan, panitia pelaksana Salat Idul Adha maupun panitia kurban seyogyanya melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Sedangkan untuk pemotongan hewan kurban, kata dia, pihaknya menganjurkan untuk dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). ( Baca serupa: Kasus Positif Covid-19 Tembus Nilai 100 Ribu )

“Tapi memang kita berkewajiban berkoordinasi dengan pemerintah setempat, khusus untuk pemotongan hewan, MUI menaikkan pemotongan dilakukan di RPH buat menjaga ya dari penularan covid-19 physical distancing tetapi ketika mau melaksanakan di tempat pemotongan atau di masjid, pastikan tempat itu murni, orang tidak berkerumun pastikan itu. Sehingga masyarakat tetap melaksanakan aktivitasnya namun tetap menjaga protokol kesehatan tubuh, ” pungkasnya.

(mhd)