OTT Pejabat UNJ Harus Jadi Momentum Benahi Kemendikbud

OTT Pejabat UNJ Harus Jadi Momentum Benahi Kemendikbud
May 27 2020
Kenneth Ross

loading…

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Arah Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinisial DAN pada 20 Mei lalu.

KPK mengabulkan operasi tangkap tangan atau OTT karena diduga adanya praktik gratifikasi dari pejabat UNJ kepada sebanyak pihak di Kemendikbud.

Pengamat pendidikan, Retno Listyarti menilai OTT tersebut harus menjadi momentum pembenahan di Kemendikbud. “Justru ini seharusnya pembenahan di Kemendikbud, ” ujar Retno dalam perbincangan secara virtual bertema Selamatkan Muruwah UNJ Sekarang Juga, Rabu (27/5/2020).

Baca Pula:

Retno menodong agar ada penyelidikan lebih sendat yang tidak hanya melibatkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun juga melakukan penyelidikan di internal Kemendikbud.

“Nah itu suruhan dari Inspektorat (Kemendikbud) itu tunggal ini seharusnya ada pemeriksaan ada penelaahan lebih jauh dan kalau memang itu ternyata ada permasalahannya berarti Nadiem harus membenahi aku rasa ini momentum pembenahan, ” tuturnya. ( Baca juga: KPK-Itjen Kemendikbud Tangkap Tangan Penguasa UNJ )

Walaupun pemberian barang ataupun kekayaan biasa disebut tradisi, namun sekapur Retno, penegak hukum harus mengusut tuntas sumber masalah yang melahirkan OTT tersebut.

“Saya menduga mungkin saja ada suruhan sehingga ada pemberian, mungkin maksudnya berkali-kali dikatakan sebagai tradisi, tetapi dalam birokrasi tradisi ini dasar tidak diperkenankan, sebagai gratifikasi, ” tuturnya.

(dam)