Pemberian Abadi Umat, Wapres Siapkan Aliran Nasional Wakaf Tunai

Pemberian Abadi Umat, Wapres Siapkan Aliran Nasional Wakaf Tunai
Oct 28 2020
Kenneth Ross

JAKARTA – Wakil Kepala (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengiakan sedang menyiapkan Gerakan Nasional Derma Tunai (GNWT), dimana nantinya mau menjadi dana abadi umat. Sebelumnya, rencana tersebut diterangkan sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Untuk derma, saya sedang menyiapkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai (GNWT) dan apa yang digalang dari GNWT akan menjadi dana abadi umat, ” ungkap Ma’ruf dalam webinar dalam Jakarta, Rabu (28/10/2020).

(Baca Juga: Menkeu Pakai Dana Wakaf untuk Bentuk RS Achmad Wardi)

Dana abadi umat ini akan digunakan untuk mendanai program-program sosial dan pendidikan demi ketenteraman masyarakat. “Saya yakin dan percaya, jika zakat, amal, infaq, & wakaf jika ditangani secara bersambungan, akan menjadi pilar yang berpengaruh untuk implementasi program kesejahteraan umat Muslim, ” ungkapnya.

Baca Juga:

Ma’ruf juga meyakini, bahwa bervariasi kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah dan pelaku bisnis dalam keuangan syariah, baik dalam keuangan komersil dan sosial, serta peran pelaku bisnis dalam produk-produk legal dan pebisnis syariah lainnya, mempunyai potensi yang besar untuk berkontribusi dan memainkan peran dalam kerangka kerja pemulihan ekonomi nasional.

(Baca Juga: Potensi Besar, Menkeu Bidik Dana Wakaf Rp217 Triliun)

Sambung dia menekankan, saat ini sedang disiapkan ekosistem keuangan syariah menyeluruh. Dalam hal dana sosial, seperti zakat, amal, sedekah, & wakaf, Indonesia harus bisa memanfaatkan potensinya semaksimal mungkin. Untuk urusan zakat, amal, dan sedekah, negeri akan melanjutkan untuk mengawal Baznas dan Laz yang ada secara memungkinkan mereka melakukan berbagai terobosan dan inovasi.

“Dana sosial itu juga bisa digunakan sebagai lembaga keuangan alternatif yang bisa mengangkat aspek fiskal untuk kesejahteraan umat Islam di Indonesia, ” ujar Ma’ruf.

Menurut Bentuk Informasi Wakaf Kementerian Agama MENODAI tahun 2019, pengelolaan wakaf yang sebagian besar terdiri dari kekayaan tidak bergerak, belum banyak diarahkan untuk kegiatan produktif. Padahal, wakaf sebenarnya tidak harus berupa substansi tidak bergerak seperti tanah, tapi bisa juga berupa uang dan surat berharga.