ProPublica Sebut Facebook Bayar Beribu-ribu Orang untuk Intip Celoteh di WhatsApp

Sep 10 2021
Kenneth Ross

loading…

Facebook dituding membayar ribuan karakter untuk intip chat di WhatsApp. FOTO/ IST

MENLO PARK WhatsApp platform perpesanan milik Facebook, tak lagi melindungi privasi pemakai. Hasil investigasi digital terbaru membeberkan bukti bahwa chat lewat WhatsApp tidak aman.

Sebelumnya, aplikasi masyhur bersikeras Facebook tidak mampu membaca pesan yang dikirim antar pengguna. BACA JUGA -Cara Keahlian WhatsApp Disadap Agar Tidak Jadi Korban Kejahatan

Seperti dilansir dari New York Post, sebuah laporan yang dirilis oleh ProPublica mengklaim Facebook mempekerjakan lebih dari satu. 000 pekerja kontrak di seluruh dunia untuk mengusut dan membaca pesan WhatsApp yang seharusnya bersifat karakter.

Perusahaan itu diduga membagikan data pribadi pengguna tertentu dengan institusi penegak hukum seperti Bagian Kehakiman AS (DoJ).

“Jaminan yang dikasih perusahaan itu tidak betul. WhatsApp memiliki lebih daripada 1. 000 karyawan janji di Austin, Texas, Dublin dan Singapura di mana mereka memeriksa jutaan konten pesan pengguna, ” prawacana laporan itu.

Pengungkapan itu dilakukan sesudah Pendiri Facebook Mark Zuckerberg berulang kali mengklaim perusahaannya tidak pernah memeriksa suruhan WhatsApp pengguna.

Facebook mengakui karyawan perikatan ditugaskan untuk menyaring konten pengguna WhatsApp serta masalah lain mulai dari penipuan, pornografi anak hingga program serangan teroris potensial.

Sementara itu, petunjuk tersebut menyatakan bahwa pekerja kontrak juga memeriksa keterangan tidak terenkripsi seperti tanda, gambar profil grup WhatsApp pengguna, nomor telepon, tulisan profil pesan status, level baterai telepon, bahasa, serta akun Facebook dan Instagram terkait.

“Setiap orang mengelola lebih dari 600 pengaduan sehari. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, menempatkan kasus ini dalam bawah pengawasan untuk penyelidikan lebih lanjut atau memblokir akun, ”jelas laporan itu.

(wbs)