Ratusan Orang di Bali Demo Tolak Rapid Test

Ratusan Orang di Bali Demo Tolak Rapid Test
Jul 26 2020
Kenneth Ross

loading…

DENPASAR – Ratusan karakter yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) berunjuk rasa pada Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada Denpasar, Minggu (26/7/2020). Mereka menumpukan kebijakan rapid test dan ulangan swab untuk COVID-19.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa mengusung sejumlah poster bertuliskan “Tolak Rapid Tes dan Swab Tes untuk Syarat Administrasi”, “Stop Bisnis Rapid Tes”, “Rapid Tes Tidak Efektif”, “Katakan Tidak untuk Rapid Tes” dan lainnya.

Koordinator pengunjuk rasa Made Krisna Dinata dalam orasinya mengatakan, kebijaksanaan rapid tes dan tes swab tidak tepat digunakan sebagai kondisi administrasi bagi pelaku perjalanan dan pelaku usaha terkait pemberlakuan new normal di Bali.

Kebijakan itu dinilai tidak efektif karena tidak menjamin seseorang lepas COVID-19 dan malah memberatkan di tengah situasi ekomomi yang sulit akibat dampak pandemi COVID-19. “Kebijakan ini berpeluang dipakai kedok usaha kesehatan, ” tuding Krisna. (Baca juga: Di Tengah COVID, 23 Mahasiswa di Bali Dulang Omset Rp200 Juta)

Baca Juga:

Kesibukan rapid test d an tes swab dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 tertanggal 5 Juli 2020. Kebijakan itu mengharuskan manajer hotel, vila, restoran, destinasi wisata, biro perjalanan dan pelaku penjelajahan melakukan rapid tes dan ulangan swab sebagai syarat administrasi untuk sertifikasi new normal.

Bali sudah memberlakukan tingkatan tatanan new umum sejak 9 Juli 2020 yang ditandai dengan dibukanya pariwisata untuk warga lokal. Tahapan selanjutnya akan dibuka 31 Juli untuk wisawatan nusantara dan untuk wisawatan asing pada 11 September mendatang. (Baca juga: Polresta Denpasar Didesak Segera Telusuri Peleburan Rumah Joko Sugianto)

(nun)