Sedeng, Hacker Sukses Gondol Serampangan Uang Kripto Senilai Rp8, 5 Triliun

gila-hacker-sukses-gondol-mata-uang-kripto-senilai-rp85-triliun-1
Aug 11 2021
Kenneth Ross

loading…

Aksi peretasan yang berlaku di Poly Network ialah yang terbesar dalam memori industri blockchain. Foto/IST

JAKARTA berantakan Seorang hacker berhasil membobol perusahaan jasa pengelola keuangan mata uang kripto Poly Network dalam jumlah yang fantastis yakni USD600 juta atau setara Rp8, 5 triliun. BBC menyebutkan aksi pembobolan tersebut diyakini ialah aksi peretasan mata uang kripto terbesar yang pernah ada saat ini.

Dalam keterangan resminya melalui akun twitter, Poly Network meminta maaf karena adanya serangan peretasan itu. Mereka mengatakan sejumlah serampangan uang kripto seperti Binance Chain, Ethereum dan Polygon yang dikelola oleh Polygon Network telah dipindahtangankan dengan ilegal.

Baca juga: Hongqi Beri 52 Mobil Sekelas Mercedes-Benz buat Atlet China Peraih Emas Olimpiade

Seperti BBC, Poly Network mengatakan pembobolan tersebut merupakan salah kepala dari pemboboan terbesar pada dunia keuangan blockchain. Poly Network mengatakan aksi pembobolan tersebut merupakan tindakan kriminal dan harus dipertanggungjawabkan dengan hukum.

Cuma saja Poly Network sedang memaafkan otak dari peretasan itu jika bersedia mengembalikan seluruh keuntungan yang didapat secara ilegal. “Kami masih membuka komunikasi dengan Kamu dan segera mengembalikan aktiva yang diambil. Aksi Kamu merupakan tindakan kriminal dan sangat tidak bijak bila Anda bertransaksi dengan keuntungan yang diperoleh secara ilegak, ” tulis Poly Network dalam akun twitter sah mereka.

Poly Network sendiri membenarkan kesalahan yang ada dalam sistem mereka. Peretas tersebut menurut mereka memanfaatkan rekahan rentara antara panggilan persetujuan yang ada di Poly Network. Alhasil hacker mampu mentransfer jutaan dollar di token ke dompet kripto terpisah yang dibuat sebab hacker. Tidak main-main masa mentransfer, hacker tersebut mengambil USD267 juta Ether, USD252 Binace dan USD85 juta token USDC.

Baca juga: Mobil Listrik Konsep Terbaru Audi Bisa Memanjang dan Menciut

Changpeng Zhao, Kepala Manajer Binance, mengatakan perusahaannya mendapati adanya aksi peretasan tersebut. Hanya saja mereka tak bisa mencegah aksi itu karena memang ada pada Poly Network. “Saat tersebut kami berkoordinasi dengan seluruh mitra keamanan kami untuk secara proaktif membantu biar tidak ada jaminan, ” ucapnya.

Mata uang kripto yang dimiliki Binance dan Ether memang dibentuk secara swasembada. Dimana perusahaan penyedia keuangan seperti Poly Network ialah perusahaan yang mengelola & membagikan segala transaksi tanda uang kripto. Ini dengan membuat Binance dan Ether tidak bisa bertindak lebih dari aksi peretasan itu.

(wsb)