Senator AS Ajukan RUU untuk Sanksi Pendukung Hamas dan Jihad Islam

senator-as-ajukan-ruu-untuk-sanksi-pendukung-hamas-dan-jihad-islam-1
May 28 2021
Kenneth Ross

WASHINGTON semrawut Senator Amerika Serikat (AS) Marco Rubio, bersama 15 anggota dewan perwakilan rakyat Republik lainnya, mengajukan kembali rancangan undang-undang (RUU) dengan akan menjatuhkan sanksi di dalam individu dan entitas dengan mendukung Hamas atau organisasi Palestina lainnya. Demmikian pernyataan yang dikeluarkan oleh jawatan Rubio dalam siaran persnya.

“RUU ini akan menjatuhkan sanksi terhadap pribadi, entitas, dan pemerintah ganjil yang memberikan dukungan kepada Hamas, Jihad Islam Palestina, dan kelompok teroris Palestina lainnya yang hanya menghabiskan berminggu-minggu mengeluarkan lebih dari 4. 000 roket ke warga sipil Israel , ” sebutan rilis itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (29/5/2021).

RUU itu, yang dikenal sebagai Undang-Undang Pencegahan Dukungan Terorisme Internasional Palestina, juga mengharuskan kepala untuk menyerahkan penilaian kepada Kongres mengenai apakah negeri lain cukup berbuat untuk melawan penggalangan dana, pembiayaan, pencucian uang, dan bentuk dukungan lain untuk gabungan teroris Palestina.

Baca Juga:

Rubio, Wakil Ketua Komite Seleksi Senat untuk Intelijen dan bagian peringkat Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri, menyelenggarakan pengenalan kembali RUU tersebut, dengan alasan perlunya meminta pertanggungjawaban pendukung organisasi sewarna itu setelah konflik baru-baru ini antara pasukan Palestina & Israel.

Sebelumnya, dalam kunjungan selama 3 hari ke Timur Pusat, Menteri Luar Negeri GANDAR Antony Blinken menegaskan gerombolan Islam Hamas tidak boleh mendapat keuntungan dari cara bantuan yang dijanjikan Washington. AS berjanji memberikan USD5, 5 juta dalam sandaran bencana segera untuk Gaza dan USD32 juta buat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Dia menegaskan kembali bahwa AS akan bekerja persis dengan mitranya untuk menguatkan bahwa Hamas tidak memperoleh keuntungan dari upaya pemulihan ini. AS telah menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.

Membaca juga: Menlu AS: Solusi Dua Negara Satu-satunya Ustaz Bagi Israel-Palestina

Awal kamar ini, Israel dan Galur Gaza mengalami gejolak ketegangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, saling tembak-menembak dengan korban yang tercatat lantaran kedua sisi konflik. Dalam Israel 12 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka parah. Objek tewas di antara awak Palestina di Jalur Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat mencapai 270, termasuk perempuan dan anak-anak. Pekan lulus, Israel dan gerakan Islam Hamas menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Mesir.

Perang selama 11 hari sendiri dipicu oleh bentrokan berminggu-minggu di Yerusalem antara polisi Israel serta pengunjuk rasa Palestina dalam dan sekitar Langgar Al-Aqsa. Protes itu ditujukan pada kebijakan Israel dalam daerah itu selama kamar suci Ramadhan dan risiko penggusuran puluhan keluarga Palestina oleh pemukim Yahudi.

Baca selalu: Bahas Gencatan Senjata, Mesir Undang Hamas, Palestina & Israel