Tata Limbah di Saat Pandemi Dinilai Penting

Tata Limbah di Saat Pandemi Dinilai Penting
Aug 29 2020
Kenneth Ross

loading…

JAKARTA – Wabah virus corona meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan dan bahan kimia. Dampaknya, sampah & limbah medis yang dapat membahayakan lingkungan pun turut meningkat jumlahnya. Hal ini menjadi perhatian kongsi konsultan pengelolaan properti, Inner City Management (ICM). (Baca: Aliran Sungai Solo Gresik Diduga Tercemar Limbah Mikroplastik)

Perusahaan yang menjalankan sekitar 45 site apartemen tersebut mengungkapkan pentingnya pengelolaan limbah dengan baik di lingkungan apartemen pada masa pandemi Covid-19. Pasalnya, penuh sampah yang berasal dari produk atau barang yang dipakai sebab penghuni, seperti masker, botol obat, dan tisu yang rentan menjadi media penyebar wabah Covid.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik di era pandemi menjadi salah satu pengutamaan ICM dalam pengelolaan apartemen biar penghuni tetap nyaman dan kesehatannya terjaga. (Baca juga: Memanas, China Usir Kapal Perang AS dibanding Laut China Selatan)

Direktur Operasional ICM Krisdiarto Adipranoto mengatakan, sebagai perusahaan konsultan manajer apartemen terbesar di Indonesia, ICM sangat peduli dalam pengelolaan limbah di seluruh lingkungan apartemen. Terlebih apartemen merupakan lingkungan tempat status bagi sebagian besar warga pada kota-kota besar.

Baca Juga:

“Pengelolaan limbah menjadi fokus penting bagi kami di mencegah penyebaran virus di lingkungan apartemen yang kami kelola. Sangat mungkin ada limbah medis yang berasal dari keluarga (hunian apartemen) karena masyarakat yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), ” sirih Krisdiarto, di Jakarta, kemarin. (Baca juga: Bopong Senjata dan Radar Canggih, Pesawat F-16 TNI AU Semakin Garang)

Di dalam menerapkan pengelolaan limbah medis, lanjut Krisdiarto, ICM mengikuti aturan dari Surat Edaran No. SE. 2/MENLHK/PSLB3/PLB. 3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksiksius (Limbah B3) dan Sampah Vila Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tak hanya mendaftarkan aturan dari Kemen LHK, ICM juga menerapkan standar yang dimanfaatkan World Health Organization (WHO) di dalam pengelolaan limbah air agar sumber air di lingkungan apartemen sanggup selalu terjaga kebersihannya.

SOP Manager ICM, Hidayat, menjelaskan untuk pengelolaan limbah infeksius (apabila terdapat ODP) yang berasal dibanding rumah tangga yakni alat pelindung diri (APD) berupa masker, menyarung tangan, hingga bajunya dikemas pada wadah tertutup dan bertuliskan limbah infeksius. “Kami dibantu oleh petugas dari dinas yang bertanggung berat di bidang lingkungan hidup kejernihan dan kesehatan dalam pengangkutan sampah-sampah limbah infeksius, ” ujarnya. (Lihat Videonya: Mahasiswa KKN Temukan Puluhan Limbah Medis di Sungai)

ICM juga terus mengimbau kepada para penghuni agar menekan sampah masker dan mengutamakan penerapan masker yang dapat dicuci kembali. Jika menggunakan masker sekali memakai, pun para penghuni diberikan edukasi tata cara pembuangannya, yakni secara dirobek, dipotong, atau digunting terlebih dahulu. (Sudarsono)

(ysw)