Tiruan Pembelajaran Tatap Muka Dievaluasi, Jika Ada Potensi Muncul Klaster Baru Bisa Distop

simulasi-pembelajaran-tatap-muka-dievaluasi-jika-ada-potensi-muncul-klaster-baru-bisa-distop-1
May 25 2021
Kenneth Ross

CIMAHI – Plt Pemangku Kota Cimahi Ngatiyana mengutarakan akan melakukan evaluasi terpaut pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat TK, SD, dan SMP dengan telah dilakukan sejak Senin (24/5/2021).

Jika nantinya ditemukan atau muncul daya akan adanya penyebaran klaster baru dari pelaksanaan simulasi PTM, maka bisa saja pelaksanaan simulasi itu dihentikan sementara. Sebab keamanan dan keselamatan murid serta gaya pendidik harus jadi preferensi.

“Kalau misalnya nanti ada kemunculan hal yang tidak diinginkan, daya klaster baru, ya hendak dievaluasi. Kalau memang menetapkan bisa dihentikan (simulasi). Tapi kan kita sudah lakukan segala upaya antisipasi sebelumnya, ” ucapnya, Selasa (25/5/2021).

Baca serupa: Sekolah di Cimahi Berangkat Lakukan Simulasi PTM Persiapan Tahun Ajaran Baru

Membaca Juga:

Sementara itu Kepala Biro Pendidikan Kota Cimahi Harjono menyebutkan, evaluasi simulasi PTM tersebut akan dilakukan oleh tim monitoring yang telah dibentuk. Di dalamnya merupakan gabungan dari Dinas Pelajaran dan Dinas Kesehatan. Rencananya hal tersebut akan dilakukan pada Rabu
(26/5/2021).

“Evaluasi untuk menentukan apakah simulasi PTM yang dilakukan sejak Senin (24/5/2021) hingga (31/5/2021) nanti bisa tetap dilanjutkan atau tidak ataupun dihentikan sementara, ” kata tempat.

Teknis evaluasi simulasi PTM itu yakni tim monitoring mengisi form isian mengenai kesiapan serta pelaksanaan simulasi PTM di setiap sekolah selama dua hari pertama. Nantinya ada empat klaster resesi yang mewakili penilaian pertimbangan yakni buruk, cukup, cara, dan baik sekali.

Baca juga: Keracunan Massal Makanan, Lima Korban Masih Dirawat Saksama

Pihaknya berharap semua sekolah berangkat dari tingkat TK, SD, hingga SMP yang menjalani simulasi PTM kali itu masuk kategori baik & baik sekali. Meskipun nantinya ada skoring untuk setiap sekolah yang diisi oleh tim monitoring, dan tersebut yang akan menentukan hasil akhirnya seperti apa.

“Nanti terlihat kalau sekolah itu banyak yang tidak memenuhi list pertanyaan, maka hasil evaluasi diserahkan ke pimpinan apakah hendak dihentikan atau di-hold semenyara sambil sekolah meningkatkan kesiapannya, ” ucapnya.