Trik KemenkopUKM agar Koperasi Dilirik Trah Milenial

Trik KemenkopUKM agar Koperasi Dilirik Trah Milenial
Jun 27 2020
Kenneth Ross

loading…

JAKARTA – Kementerian Koperasi serta UKM (KemenKopUKM) melakukan pemberdayaan buat para pelaku koperasi di Nusantara melalui webinar atau kelas online . Tujuannya, biar pemberdayaan para pelaku koperasi tak terhenti.

“Sebelum pandemi Covid-19, pemberdayaan atau pendampingan dilakukan secara offline atau tatap muka dan terbatas pesertanya. Pada saat ini, kelas tersebut dilakukan secara online dengan kapasitas jumlah peserta yang lebih penuh, ” kata Deputi Bidang Perluasan Sumber Daya Manusia (SDM) KemenKopUKM, Arif Rahman Hakim, Sabtu (27/6/2020).

Ia berharap cara yang dilakukan tetap dapat memaksimalkan peran koperasi dalam meningkatkan daerah UMKM di Indonesia. Selain tersebut, pemberdayaan secara online melalui webinar selalu menjadi cara mengubah stigma koperasi agar lebih kekinian dan dilirik oleh kaum muda, alias milenial.

Baca Serupa:

“Peserta webinar tersebut sudah mencapai 1. 749 orang dengan rata-rata peserta mencapai 437 peserta setiap sesi beserta menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya, ” katanya. (Baca: Komisi VI DPR Minta OJK Tak Mematikan Koperasi Digital)

Menurut Arif, beberapa kelas webinar mengupas tuntas tema spesifik tentang dunia koperasi. Pertama, perspektif anyar koperasi bagi kaum milenial. Ke-2, model bisnis koperasi. Ketiga, dekonstruksi koperasi syariah. Keempat, koperasi serta ilusi kesejahteraan, sebuah anonali.

Arif mengatakan, semua kelas webinar tersebut gratis tanpa dipungut biaya. Peserta hanya diminta mencatat melalui website www.edukukm.id. Untuk peserta yang mengikuti sampai dengan simpulan sesi mendapatkan e-sertifikat serta hand out materi.

“Kami harap dengan adanya webinar yang secara berkelanjutan di kala pandemi Covid-19 ini, KemenKopUKM tentu dapat berkontribusi dalam memberikan edukasi bagi pelaku koperasi serta berkontribusi dalam pengembangan koperasi yang lulus, modern, dan berdaya saing pada masa yang akan datang, ” tutupnya.

(uka)