Unpar Tak Ingin Buru-buru Melangsungkan Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

unpar-tak-ingin-buru-buru-gelar-kuliah-tatap-muka-ini-alasannya-1
Sep 09 2021
Kenneth Ross
BANDUNG awut-awutan Rektor Universitas Parahyangan (Unpar), Mangadar Situmorang Ph. D. menyatakan, perkuliahan tatap membuang belum mendesak untuk dilakukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mangadar menyusul dimulainya pembelajaran tatap muka tingkat SD, SMP, dan SMA dengan sudah mulai digelar pada berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung.

Menyuarakan juga: 28 Dosen UIN SGD Bandung Lulus Uji Kompetensi Internasional

Menurut Mangadar, setidaknya terdapat tiga kausa yang membuat perkuliahan tatap muka belum mendesak dikerjakan, yakni alasan geografis, penelaahan, dan terpenting alasan kesehatan.

“Dari tiga pertimbangan itu saja, kita tidak ada kemendesakan untuk segera tatap depan, ” ungkap Mangadar di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021).

Mangadar pun menjelaskan ketiga alasannya itu. Dari sisi geografis, kata Mangadar, perguruan agung tidak dapat disamakan secara SD, SMP, maupun SMA yang selama ini menerapkan sistem zonasi untuk siswanya. Pasalnya, mahasiswa perguruan agung, termasuk Unpar berasal dari berbagai wilayah di Nusantara.

“Kalau sekolah-sekolah jelas zonasinya, posisi geografis dari para siswanya. Namun, untuk mahasiswa sporadis, mereka banyak yang berasal dari luar Kota Bandung, ” jelasnya.

Baca juga: Hadirkan Kampus Merdeka, UGM Lilit Kerja Sama dengan Madrasah Tinggi Jerman

Adapun daripada sisi perkuliahan, Mangadar berargumen bahwa perkuliahan di madrasah tinggi lebih luas jika dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), baik dari bagian teknologi maupun perkuliahan mahasiwanya.

kaca ke-1

Berita Terkait

TULIS KOMENTAR ANDA!

Berita Rekomendasi