Vila Aspirasi dan OJK Dukung Perluasan Perkebunan Perkotaan

Vila Aspirasi dan OJK Dukung Perluasan Perkebunan Perkotaan
Sep 06 2020
Kenneth Ross

loading…

SURABAYA – Di pulih pesatnya pertumbuhan gedung dan perluasan pemukiman di Kota Surabaya, sedang ada sekelompok masyarakat yang sedang menekuni pertanian. Tepatnya di Dusun Sumberan Kelurahan Balasklumprik Kecamatan Wiyung Surabaya.

Di sana, masyarakat secara mandiri mengelola lahan dan membudidayakan beragam jenis holtikultura kaya jeruk, pisang, jamur, ikan, lombok, tomat, kacang panjang, gambas serta sejenisnya untuk katahanan pangan.

Ketua Kelompok Tani Sumberan Makmur, Suradi mengatakan, terdapat 30 warga yang menggeluti pertanian perkotaan di Dusun Sumberan. Bahkan, perkebunan pribadi milik warga ini rencananya bakal dikembangkan hingga 6 hektar.

Untuk itu, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan sebanyak lembaga supaya bisa mengembangkan perkebunan sesuai dengan potensi yang tersedia di desa. Sedangkan menyangkut produk hasil perkebunan, lanjut Suradi, warga sudah berkoordinasi dengan Rumah Iktikad. “Jika menyangkut komoditas hasil perkebunan, maka kerja sama yang bisa dilakukan adalah rumah aspirasi, ” ucapnya.

Kerjasama tersebut untuk mendongkrak dan memperluas jangkauan pemasaran hasil produksi pertanian dengan sempat mengalami penurunan akibat hasil pandemi COVID-19.

(Baca juga: Kisah Desa Tertinggal pada Gresik yang Jadi Desa Miliarder)

Menurut Bendahara Yayasan Insan Kurnia Peduli, Ade Kunto, sektor perkebunan sangat berperan istimewa dalam mensukseskan pelaksanaan strategi alterasi ekonomi di Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya, dengan penopang utama ekonomi sektor perkebunan.

Melalui transformasi ekonomi ini diharapkan pembangunan ekonomi Surabaya pula memiliki basis ekonomi pengelolaan sumber daya alam terbarukan. Tentunya dengan menitik beratkan pada upaya penambahan nilai tambah melalui pengembangan perkebunan.

Ade menyuarakan, perkebunan memainkan peran yang benar penting, mengingat perkebunan dan barang lainnya menjadi komoditas unggulan istimewa.

“Potensi perkebunan perkotaan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Surabaya dan langsung didorong oleh Rumah Aspirasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ” katanya saat sosialisasi mengenai restrukturisasi kredit untuk para pekerja sektor informal yang dihelat Yayasan Jiwa Kurnia Peduli bersama OJK, Sabtu (05/9).

Sosialisasi bertajuk kebijakan restrukturisasi kredit bagi pelaku sektor informal pada masa pandemi COVID-19 ini diikuti oleh para petani dan pedagang hasil pertanian Balasklumprik Kecamatan Wiyung Surabaya. Itu merupakan salah satu kelompok karakter UMKM yang terdampak pandemi COVID-19. Dimana hasil penjualan hasil pengetaman berupa buah-buahan, sayuran dan sejenisnya mengalami penurunan cukup signifikan.

Ade berharap, setelah mengarungi mekanisme untuk mengajukan keringanan nilai kepada bank atau leasing, para-para pelaku UMKM yang fokus pada sektor pertanian ini bisa menunggangi kebijakan pemerintah melalui OJK, supaya kembali bangkit ditengah terpuruknya ekonomi saat ini.

“Kami sampaikan kepada mereka, barangkali ada diantara mereka yang mengalami pengganggu mengangsur kredit, bisa mempelajari dengan jalan apa mekanisme untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing, ” tegasnya.

Dalam kesempatan yang serupa, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menjelaskan, bahwa kebijakan restrukturisasi kredit bagi praktisi sektor informal itu untuk menyerahkan stimulus bagi pekerja informal tercatat pelaku UMKM supaya tetap mampu bertahan dalam menghadapi krisis selalu.

“Kita tetap meminta UMKM ini bisa bangkit balik dan membantu pemerintah dalam mendirikan keterpurukan fisik dan psikis warga ini melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan, ” paparnya.

Indah menegaskan, salah satu pilar yang dapat mendukung suksesnya Nusantara maju adalah UMKM. Sektor tersebut, kata dia, menyumbang PDB yang cukup signifikan dan menyerap gaya kerja secara signifikan. “Jika UMKM digarap dengan baik maka Nusantara akan berjalan bersama-sama, ” ucapnya.

Sejak pandemi, lanjutnya, komisi XI bersama KSSK yaitu kementrian keuangan, BI dan OJK terus melakukan rapat-rapat kerja yang fokus membahas kebangkitan ekonomi dimasa pandemi COVID-19. “Kita berharap bangsa membantu pemerintah dengan tetap mentaati protokol kesetahan dalam melakukan aktifitas ekonomi. Karena jika penularan gak terbendung maka program apapun ekonomi apapun tidak akan mampu mengatasi, ” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengakui, masa ini bangsa Indonesia menang dihadapkan pada kondisi ekstraordinari. Kondisi dimana terjadi krisis yang tidak sama dengan krisis ekonomi pada tarikh 1998 dan 2008.

“Saat ini semua harus mengkaitkan antara faktor ekonomi dan kesehatan, khususnya keselamatan anak bangsa sebab ancaman wabah COVID-19. Jadi mari bersama-sama memutus rantai penularan, ” tandasnya

(msd)