Peringati HBN 2020, Susaningtyas: Program Bela Negara Kikis Radikalisme

Peringati HBN 2020, Susaningtyas: Program Bela Negara Kikis Radikalisme
Dec 19 2020
Kenneth Ross

JAKARTA Program Bela Negara (HBN) yang dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) diyakini berharta mengikis radikalisme dan terorisme serta meningkatkan rasa cinta Tanah Cairan. Hari Bela Negara (HBN) yang diperingati setiap 19 Desember menjelma momentum untuk menumbuhkan nasionalisme serta kesadaran bela negara.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai, implementasi bela negara di kalangan masyarakat dilaksanakan secara menyeluruh berdasarkan Program Bela Negara oleh Kemhan RI sejak 2015. Program ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat baik di kalangan akademik mulai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi dimana materinya disesuaikan dengan strata pendidikan meliputi, bimbingan dan penyuluhan kewarganegaraan tenggat pelatihan dasar bela diri serta cinta Tanah Air. (Baca juga: Bela Negara & Fenomena “Clicktivism)

”Program-program dari Kemhan RI tersebut sudah berhasil disosialisasikan dan sudah banyak diselenggarakan oleh banyak perguruan tinggi dan kalangan praktisi baik pegawai pemerintah maupun pegawai swasta, ” katanya. (Baca juga: Menko PMK Tekankan Pentingnya Pendidikan Bela Negeri bagi Mahasiswa)

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyatakan, saat ini semua kalangan menyadari pentingnya Program Bela Negara. Bahkan pemahaman mereka mengenai arti penting nasionalisme serta patriotisme juga meningkat tajam. ”Kesadaran mereka sebagai kader Bela Negeri tidak identik dengan wajib tentara tetapi memilki kesamaan untuk menyuburkan rasa cinta Negara dan besar menjadi Bangsa Indonesia, ” katanya.

Baca Juga:

Perempuan yang akrab disapa Nuning ini menyarankan agar Rencana Bela Negara diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan komponen pendukung dan komponen cadangan dalam Sistem Pertahanan Seluruh. ”Meningkatnya kesadaran Bela Negara diyakini dapat mengikis radikalisme dan terorisme, ” ucapnya.

Apalagi, kebijakan pemerintah Indonesia terkait Rencana Bela Negara sudah sejalan secara ketentuan PBB agar setiap negeri tetap mampu menjaga kesadaran awak negara masing-masing akan arti penting nasionalisme dan patriotisme. ”Banyak kalangan berpendapat Program Bela Negara lulus efektif untuk menurunkan radikalisme. Rencana Bela Negara juga memuat metode yang praktis untuk menyelenggarakan aksi-aksi deradikalisasi dan kontra radikalisasi, ” kata Nuning.